Prabowo Diminta ‘Pensiun’ Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Presiden Prabowo Subianto diminta mengurangi kunjungan ke luar negeri. Sebaliknya, seuntukan besar misi diplomatik yang bersifat taktis diusulkan dioper ke Menteri Luar Negeri Sugiono.

Usulan tersebut datang dari eks Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Dino menyoroti lawatan yang terlalu kerap dilakukan Prabowo dan berpotensi menghabiskan biaya besar.

Saya juga mengusul agar ke depan seuntukan besar misi diplomatik yang bersifat taktis dapat dioper ke Menlu Sugiono,” kata Dino dalam video di Instagram pribadinya, dikutip Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, bila lawatan dilakukan Menlu, anggaran perjalanan dinas yang dikelaurkan dapat makin hemat.

“Ini juga akan menghemat biaya lantaran biaya perjalanan Menlu barangkali cuma didampingi oleh tiga orang staf, akan jauh makin hemat dari biaya perjalanan Presiden, dan hasilnya dari segi substansi juga kurang makin akan sama,” kata Dino.

Kendati demikian, Dino mengingatkan agar Sugiono wajib melepaskan diri sebagai untukan dari entourage kepala negara (rombongan pengiring kepala negara) yang wajib senantiasa berada di samping Prabowo.

“Ingat, Menlu Hassan Wirajuda, Marty Natalegawa, dan Retno Marsudi, seluruhnya tidak sempat menempatkan diri sebagai untukan dari entourage kepala negara dan mereka fokus total demi menangani politik luar negeri,” kata Dino.

Founder and Chairman of Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) ini menyorot kunjungan Prabowo ke luar negeri. Tidak cuma lantaran terlalu kerap, lawatan kepala negara dianggap spontan.

Dino menginginkan kunjungan internasional Prabowo dapat dilakukan secara profesional dan direncanakan bersama baik.

“Kami mengamati ada sejumlah kunjungan yang dilakukan secara spontan tanpa perencanaan dan tujuan yang jelas,” kata Dino.

Dino menyebutkan rencana kunjungan internasional Prabowo secara garis besar perlu
dipetakan setahun semasih belumnya.

“Baik Seskab Teddy atau Menlu Sugiono perlu mengumumkan rencana kunjungan kepala negara ke suatu negara satu bulan semasih belumnya atau minimal seminggu semasih belum hari H, dan diumumkan juga bersamaan bersama negara yang akan dikunjungi,” kata Dino

Dino mengambil contoh sejumlah kunjungan Prabowo yang dianggap spontan tanpa penjelasan.

“Kunjungan kepala negara ke Pakistan dan Rusia sewaktu bencana banjir Sumatera misalnya, dilakukan tanpa ada informasi apapun kepada publik semasih belum berangkat. Perlu pula diterapkan asas akuntabilitas dan transparansi lantaran cukup kerap publik tidak tahu Presiden ada di mana di luar negeri,” kata Dino.

Semasih belumnya Dino menghimbau Prabowo demi secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *