Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pengamat politik Ray Rangkuti menyerahkan analisis mendalam terkait situasi sosio politik Indonesia pada saat ini.

Ia menilai, meski tingkat keresahan publik terhadap tata kelola pihak pemerintahan dan ekonomi pada saat ini baru mencapai kisaran 30 persen apabila dibandingkan bersama era Orde Baru, namun potensi ledakan protes massa kini dapat terjadi jauh makin cepat.

Ray mengenang kembali bagaimana sulitnya membangun gerakan kalangan akademisi pada tahun 1998 demi meyakinkan publik bahwa rezim Mantan Presiden, Soeharto, wajib berakhir.

Menurutnya, ada perbedaan signifikan dalam hal infrastruktur percepatan informasi.

Saya kira kita baru di angka 30% dari apa yang sempat kita alami di era Orde Baru,” ujar Ray Rangkuti dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Minggu (31/5/2026).

Menurut dia, meski bebannya baru terasa 30 persen, namun arus informasi pada saat ini memiliki kekuatan yang berbeda.

“Tapi percepatan isunya itu jauh makin kuat dibandingkan tentu saja ketika itu terjadi di era Pak Harto gitu. Dengan bantuan media sosial gitu ya, bersama bantuan transportasi yang jauh makin mudah gitu, tingkat pendidikan masyarakat sekitar kita yang telah jauh makin tinggi gitu. Nah, itu menciptakan satu peristiwa itu jauh makin cepat sampai ke masyarakat sekitar kan dibanding bersama tahun ’98 gitu,” tambahnya.

Ray juga menceritakan pengalamannya saat kuliah semester satu, di mana ia membutuhkan waktu bertahun-tahun demi membangun kesadaran kolektif kalangan akademisi.

“Itu artinya dapat sampai 7 tahun kita membentuk itu gitu. lama sekali. Dan di era begitu demonstrasi-demonstrasi menuju camp itu itu bukan sehari dua hari digalang. Saya sendiri keliling dulu tuh 7 bulan 8 bulan semasih belumnya dari kampus ke kampus,” ujarnya.

Kondisi tersebut amat kontras bersama fenomena yang terjadi belakangan ini.

Ray mencontohkan gerakan bersama tagar “Peringatan Darurat” bersama poster biru yang viral di media sosial pada Agustus 2025 lalu.

Gerakan tersebut mampu menggalang ribuan orang demi mengepung gedung DPR RI cuma dalam hitungan hari.

“Kalau Anda lihat pengepungan DPR ketika isu Indonesia darurat kan itu enggak lama, barangkali dua hari tagar Indonesia darurat yang biru itu muncul ribuan orang, esok harinya ribuan orang telah mengepung DPR,” ujarnya.

Ia pun menyerahkan catatan penting bahwa kecepatan perubahan sosial pada saat ini tidak lagi bergantung pada durasi kekuasaan, melainkan pada titik jenuh yang dapat dicapai secara instan melalui teknologi.

“Kalau di 98 itu orang butuh berbulan-bulan demi sampai pada satu titik kulminasi keresahan itu, ini (kini) hitungan hari dapat terjadi. Kalau di era 98 ya, Soeharto membutuhkan 32 tahun demi lalu orang merasa jenuh, jenuh itu kini tuh enggak butuh (lama),” ujarnya. (Reporter: Tsabita Aulia)

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *