Temui Jamaah yang Gagal Berangkat, Bos Hanania Travel Tawarkan Refund Bertahap Selama 2 Tahun

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Perusahaan perjalanan umrah Hanania Travel menjadi sorotan publik setelah tidak berhasil memberangkatkan ribuan jamaah yang telah menjalankan pemesanan sejak jauh hari. 

Dalam video yang viral, bos Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan, menyampaikan permohonan maaf sekaligus penjelasan terkait ketidakmampuan korporasi memberangkatkan jamaah sesuai jadwal yang telah ditentukan, khususnya demi keberangkatan bulan Juni dan Juli.

“Untuk keberangkatan bulan Juni dan Juli masih belum dapatkan kami berangkatkan sesuai jadwalnya,” kata Ahmad Syah Farhan dalam video tersebut.

Meski demikian, Ahmad Syah Farhan berupaya menawarkan sejumlah opsi sebagai bentuk tanggung jawab korporasi terhadap para jamaah yang terdampak.

“Kami memahami kekecewaan, rasa lelah menunggu dan marah dari bapak ibu. Tetapi saya hadir di sini menerangkan secara korporasi apa yang akan kami lakukan sebagai opsi pertanggungjawaban kami,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya hadir bukan demi menghindari masalah, melainkan demi menyerahkan penjelasan dan mencari jalan keluar atas situasi yang terjadi.

“Saya pribadi hadir di sini tidak demi melarikan diri dari masalah, tapi bertatapan bersama bapak dan ibu demi menawarkan opsi dan solusi,” tambahnya.

Dalam penjelasannya, terdapat dua opsi yang ditawarkan kepada para jamaah. Opsi pertama merupakan penjadwalan ulang keberangkatan secara bertahap dalam waktu enam bulan ke depan bersama skema kerja sama bersama travel lain.

Namun, opsi ini disertai bersama penyesuaian harga akibat berbagai faktor biaya operasional, termasuk kenaikan harga avtur.

“Yang pertama opsinya dari kami menjadwalkan ulang bersama memberangkatkan secara berkala selama enam bulan ke depan bersama penyesuaian harga. Yang mana bersama ini, Hanania bekerja sama bersama travel lain,” jelasnya.

“Dilantarankan ada penyesuaian dari avtur dan lain-lain, jadi untuk bapak dan ibu yang mengambil opsi ini akan ada penyesuaian harga,” lanjutnya.

Sementara itu, opsi kedua yang ditawarkan merupakan pengajuan refund atau pengembalian dana kepada jamaah. Namun, proses pengembalian dana tersebut disebutkan membutuhkan waktu hingga dua tahun.

“Yang kedua merupakan bapak ibu yang memilih refund. Kami menawarkan refund bersama kompensasi hingga dua tahun,” ungkapnya.

Ahmad Syah Farhan juga mengimbuhkan bahwa pihaknya telah berupaya mengoptimalkan aset yang ada demi menolong proses pengembalian dana tersebut, termasuk bersama mengajukan skema pinjaman ke pihak perbankan.

Ia menegaskan bahwa korporasi berkomitmen demi tetap membuka komunikasi secara transparan kepada para jamaah yang terdampak.

“Saya memahami situasi ini tidak mudah. Kami berkomitmen demi senantiasa membuka komunikasi, berupaya transparan kepada bapak dan ibu. Saya pribadi insya Allah akan siap bersama konsekuensinya,” jelasnya.

Namun, di tengah upaya klarifikasi tersebut, kasus ini berkembang makin jauh setelah Ahmad Syah Farhan dilaporkan dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan ini berkaitan bersama dugaan kerugian yang dialami ribuan jamaah yang nilainya ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *