Investor Asing Ramai-ramai “Sell Indonesia”, Purbaya Masih Denial

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terus saja denial menanggapi tren Sell Indonesia yang dilaporkan oleh media ekonomi terkemuka dunia Bloomberg pada pekan ini.

Dalam laporan itu Bloomberg menginformasikan bahwa para investor global kini ramai-ramai melepas saham, surat berharga dan aset lain yang berkaita bersama Indonesia. Alhasil aliran modal asing yang keluar dari Indonesia amat besar; rupiah kini menjadi salah satu mata uang bersama penurunan nilai tukar teramat besar di dunia; dan IHSG terus saja anjlok.

Dijelaskan pula dalam artikel tersebut, alasan utama adanya tren melepas saham-saham dan aset Indonesia lain oleh para investor makin kepada tergerusnya kepercayaan pada pihak pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

Tapi alih-alih fokus pada isi laporan – misalnya membeberkan langkah demi mengembalikan kepercayaan investor ke rezim dan kebijakan ekonomi Presiden Prabowo – Purbaya malah menuding para jurnalis media tersebut “tidak mengenal Indonesia.”

“Itu trend jual Indonesia saya baca di Bloomberg ya. Itu salah satu penulis barangkali yang enggak tahu keadaan Indonesia bagaikan apa,” kata Purbaya saat ditemui wartawan di Jakarta pada Sabtu (6/6/2026).

Purbaya merujuk pada laporan APBN Kita yang baru dirilis pada Jumat (5/6/2026). Ia menegaskan bahwa kondisi perekonomian nasional pada saat ini tetap aman dan terkendali.

“Makanya pada hari semasih belumnya saya percepat itu APBN kita demi penyelidikan ke pasar, bahwa kondisi fiskal kita baik, ekonominya kita juga cukup kuat, berakibat nanti lama-lama sentiment negatif itu dapat hilang,” kata dia.

Purbaya mengimbau para investor demi menyaksikan situasi secara makin mendalam dan memahami kondisi ekonomi riil yang terjadi. Ia menegaskan bahwa pada saat ini kondisi fiskal dan perekonomian nasional berada dalam keadaan yang baik.

“Kepemimpinan Bapak Presiden (Prabowo) masih cukup kuat demi mengonfirmasi seluruh berjalan sesuai bersama strategi pembangunan,” katanya.

Semasih belumnya pada Sabtu pagi di Gedung DPR, Jakarta Purbaya dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan akan meningkatkan koordinasi fiskal dan moneter demi menjaga nilai tukar rupiah.

Pemerintah dan BI akan menjalankan dua langkah demi mendukung stabilitas rupiah.‎ Pertama merupakan meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik guna mendorong kembali masuknya aliran modal asing (inflow).‎

Kedua merupakan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui pengelolaan kas pihak pemerintah yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia, disertai peningkatan remunerasi yang dibayarkan BI kepada pihak pemerintah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *