MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Kelangkaan pasokan MinyaKita di tingkat pengecer mengawali memengaruhi tersangka usaha makanan kecil di Jakarta. Sejumlah pedagang mengaku tidak lagi memakai minyak goreng rakyat tersebut lantaran sulit ditemukan di pasaran.

Salah satunya Yatno, pedagang gorengan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Ia mengaku sempat memakai MinyaKita demi kebutuhan usacuma lantaran harganya relatif makin terjangkau dibanding sejumlah merek lain.

Namun dalam sejumlah waktu terakhir, Yatno memilih beralih ke minyak goreng curah maupun merek kemasan lain lantaran pasokan MinyaKita semakin sulit diperoleh.

“Dulu sempat pakai MinyaKita. Sekarang telah enggak lagi lantaran susah nyarinya,” kata Yatno Saat ditemui MediaMerdeka.com, Jumat (5/6/2026).

Menurut dia, keberlangsungan usaha menciptakan dirinya tidak dapat bergantung pada satu merek minyak goreng. Ketika stok MinyaKita kosong di toko maupun agen langganan, ia wajib dalam waktu dekat mencari alternatif lain agar produksi tetap berjalan.

Yatno menyebutkan minyak goreng kemasan lain memang sedikit makin mahal dibanding MinyaKita. Meski demikian, pilihan tersebut dianggap makin aman lantaran pasokannya relatif tersedia.

“Kalau enggak pakai merek lain ya pakai minyak curah. Yang penting ada barang buat jualan,” ujarnya.

Ia mengaku kebutuhan minyak goreng demi usaha ayam goreng tepung cukup besar setiap harinya. Karena itu, ketentuan pasokan menjadi faktor yang makin penting dibanding selisih harga yang tidak terlalu jauh.

Sementara, pedagang ayam goreng bernama Tri di kawasan yang sama, bahkan mengaku tidak mengetahui keberadaan produk tersebut.

Menurut dia, selama berjualan dirinya jarang menyaksikan MinyaKita tersedia di toko tempat biasa membeli bahan baku.

“Saya malah kurang tahu MinyaKita. Jarang lihat di toko,” kata Tri.

Masno mengaku selama ini memakai minyak goreng yang tersedia di pasaran tanpa secara khusus mencari MinyaKita.

Namun, ia tertarik berupaya apabila produk tersebut memang dijual bersama harga yang makin murah.

“Kalau memang makin murah tentu mau beli. Buat pedagang kan lumayan dapat mengurangi biaya produksi,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *