MediaMerdeka.com – Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) sukses bergerak ke zona hijau bersama mencatatkan rekor tertinggi baru, sementara mayoritas bursa di kawasan Asia-Pasifik justru berguguran akibat terpapar sentimen negatif dari memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
Di pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan semasih belumnya terperosok cukup dalam bersama melemah 1,7 persen. Koreksi ini diperparah oleh aksi cabut dana investor luar negeri bersama catatan jual bersih (net sell) asing mencapai sekitar Rp1,43 triliun.
Aliran modal keluar tersebut teramat sejumlah menguras saham-saham berkapitalisasi pasar besar bagaikan BBCA, BBRI, TPIA, BMRI, dan BREN.
Kenaikan mayoritas indeks di Wall Street didorong oleh strategi rotasi portofolio yang dilakukan para tersangka pasar. Investor terpantau memindahkan dana mereka dari sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) menuju sektor non-teknologi yang dinilai makin defensif.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melonjak 1,73 persen dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high), yang dipimpin oleh saham UnitedHealth (naik di atas 5 persen), JPMorgan Chase (tumbuh sekitar 3 persen), serta Eli Lilly (melejit makin dari 4 persen).
Sebaliknya, Indeks Nasdaq Composite melemah tipis 0,09 persen akibat kejatuhan masif saham produsen cip Broadcom sebesar 12 persen setelah merilis laporan pendapatan kuartal II fiskal di bawah ekspektasi pasar.
Sementara itu, bursa Asia kompak bertengger di zona merah akibat kekhawatiran atas lonjakan harga minyak global dan risiko inflasi energi. Eskalasi konflik bersenjata kembali mencuat setelah Bandara Internasional Kuwait dilaporkan terkena serangan pada Rabu (3/6) pagi.
Insiden ini terjadi sehari setelah Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengklaim telah melumpuhkan rentetan drone serta rudal balistik, sekaligus melancarkan serangan balasan ke Pulau Qeshm di Teluk Persia.
Akibatnya, Indeks Nikkei 225 Jepang jatuh 1,36 persen, Hang Seng Hong Kong terpangkas 1,48 persen, Taiex Taiwan merosot 1,68 persen, dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 1,84 persen.
Analisis Teknikal dan Proyeksi IHSG
Meskipun tertekan aksi jual masif pada hari semasih belumnya, BNI Sekuritas memperkirakan, pergerakan IHSG diperkirakan memiliki peluang demi merasakan pembalikan arah atau technical rebound dalam jangka pendek pada perdagangan akhir pekan ini.
Batas Support Indeks: 5.600 – 5.700
Batas Resistansi Indeks: 5.900 – 5.930
Rekomendasi dan Ide Trading Saham Hari Ini
Berdasarkan laporan ritel dari BNI Sekuritas, terdapat sejumlah saham yang dapat dicermati oleh para tersangka pasar demi aktivitas trading harian:
Disclaimer: Ringkasan laporan pasar modal ini diterbitkan sebagai draf pasokan informasi berita demi kebutuhan publikasi jurnalistik. Ulasan teknikal dan ide trading di atas bukan merupakan perintah resmi demi membeli atau menjual aset. Seluruh risiko finansial dari keputusan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor mandiri.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

