Jadi Tersangka Kasus Kematian WN Brunei di Blok M, Begini Kronologi Versi Woodyrman

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Selebgram Woodyrman atau Muhammad Irman Ali kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penganiayaan. Ia pun telah ditahan di Polda Metro Jaya sejak 25 Mei 2026 dini hari.

Kini, melalui pengacaranya, Herman, Muhamad Imran Ali menyerahkan penjelasan terkait insiden yang terjadi di Blok M, Jakarta Selatan pada 6 Mei 2026.

Di mana, ada seorang masyarakat sekitar negara Brunei Darussalam, M.H.F yang meninggal dunia usai diduga dipukul Muhammad Imran Ali bersama botol.

Melalui keterangan tertulis, Muhammad Imran Ali, melalui Herman menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya MHF.

“Kami menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya MHF,” demikian kata Herman dari informasi yang diterima awak media pada Kamis, 4 Juni 2026.

Pihaknya, tidak berniat menciptakan keributan apalagi sampai terjadi insiden yang menyebabkan pihak korban jiwa.

“Klien kami tidak sempat memiliki niat mencari masalah atau menjalankan kekerasan kepada siapapun. Peristiwa itu terjadi amat cepat dan dalam situasi yang penuh tekanan juga kepanikan,” jelas Herman.

Herman lalu melanjutkan mengenai kronologi, ia menyebutkan Woodyrman tengah menuju hotelnya di kawasan Jakarta Selatan.

Namun tiba di sana, ia dihadang oleh pihak korban dan sejumlah rekan di luar hotel. Woodyrman merasa tertekan dan terintimidasi.

“Klien kami berada di negeri orang dan suasananya amat gaduh. Posisi klien kami dalam keadaan panik, terdesak dan tidak berpikir panjang,” kata Herman.

Herman menerangkan, apa yang dilakukan Muhammad Imran Ali merupakan bentuk responsif demi melindungi diri.

“Respons yang terjadi saat itu merupakan refleks spontan demi melindungi diri,” jelasnya.

Selain menyerahkan penjelasan kronologi, Herman juga membantah bila kliennya yang merupakan masyarakat sekitar negara Brunei Darussalam tersebut berupaya melarikan diri.

“Setelah kejadian, klien kami tidak meninggalkan Korban. MIA (Muhammad Imran Ali) bersama rekan-rekan langsung mengangkut MHF ke Rumah Sakit Pertamina,” ucapnya.

Rumah sakit tersebut merupakan yang teramat dekat dari lokasi, agar MHF cepat ditangani pihak medis.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *