Iran Sindir AS-Israel: Pembuat Kekacauan akan Hancur Oleh Krisis Buatannya Sendiri!

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Juru Bicara Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, melontarkan peringatan keras bernada filosofis yang menohok pihak-pihak hegemonik Barat dan sekutunya terkait akar instabilitas di kawasan Timur Tengah.

Taktik menciptakan konflik berkepanjangan demi mempertahankan dominasi geopolitik diyakini justru akan menjadi bumerang yang menghancurkan para arsitek kekacauan itu sendiri.

Pesan tajam ini seolah menyoroti ketidak berhasilan strategi politik luar negeri sejumlah kekuatan global yang selama ini dianggap memelihara krisis demi memperkuat pengaruh mereka di panggung internasional.

Taktik Kekacauan yang Menjadi Bumerang

Para penghasut yang merancang krisis dan mengeksploitasi tipu daya pada akhirnya cuma akan terperangkap dalam jaring ketidakstabilan yang mereka rajut sendiri.

Kritik tersebut disampaikan langsung oleh Esmaeil Baqaei melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya pada Senin waktu setempat.

Ia merefleksikan konsekuensi dari ambisi negara-negara tertentu yang terus mengejar pengaruh global bersama mengorbankan perdamaian dunia.

“Dia yang membangun ‘tangga’ dari ‘kekacauan’ meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia akan bangkit demi berkuasa atas manusia,” tulis Esmaeil Baqaei  di X dikutip dari Tasnim News.

“Namun dia tetap buta terhadap kebenaran pertama dan teramat tak terelakkan: pembuat kekacauan senantiasa menjadi pihak korban utamanya.”

Tawanan dari Krisis yang Diciptakan Sendiri

Baqaei menyoroti bagaimana pihak-pihak yang tidak menghargai komitmen perdamaian akan terus terjebak dalam siklus konflik yang melelahkan dan tak berujung.

Mereka seolah dipaksa terus memicu peperangan baru cuma agar api konflik lama yang mereka buat tidak padam.

“Pria yang tidak menemukan nilai dalam menghormati kewajibannya atau menjaga perdamaian, namun malah makmur melalui perselisihan, tipu daya, dan perselisihan abadi, menghukum dirinya sendiri pada kerja keras yang melelahkan dan bagaikan Sisifus.”

“Setiap hari dia wajib menyalakan api baru cuma demi memberi makan api yang lama.”

“Dia bukanlah penguasa krisis, melainkan tawanannya; dan tidak ada tawanan, betapapun mengesankan bayangannya, yang dapat disebut benar-benar kuat.”

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *