Lastri: Arwah Kembang Desa Jadi Persembahan Terakhir Gary Iskak untuk Film Horor Indonesia

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Film horor Lastri: Arwah Kembang Desa menyisakan momen emosional untuk para pemainnya.

Film yang dijadwalkan tayang pada 16 Juli 2026 ini tercatat sebagai salah satu karya terakhir almarhum Gary Iskak semasih belum meninggal dunia.

Suasana haru terasa dalam peluncuran trailer dan poster resmi film tersebut di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis, 11 Juni 2026. 

Ketidakhadiran Gary Iskak menciptakan sejumlah pemain mengenang sosok aktor yang selama ini dikenal dekat bersama rekan-rekannya.

Pemeran utama Hana Saraswati mengaku memiliki harapan besar agar film tersebut mendapat tempat di hati penonton sekaligus menjadi kenangan indah untuk almarhum.

“Aku pengin film ini dikenang bersama baik sama sejumlah orang, dan semoga teman-teman dapat bantu mewujudkan itu, salah satu mimpi kita. Mengingatkan lagi katanya ini barangkali proyek terakhirnya Mas Gary ya semasih belum almarhum enggak ada,” kata Hana Saraswati.

Di film tersebut, Hana beradu akting bersama Gary Iskak yang memerankan karakter Turenggo.

Menurut Hana, membangun chemistry bersama sang aktor berlangsung amat mudah lantaran kepribadiannya yang hangat dan terbuka.

“Dia (Gary Iskak) tuh memang baiknya tuh baik tulus. Jadi chemistry-nya kami sama dia juga nyaman, enak, enggak perlu maksa gitu, chemistry-nya tuh memang jalan aja. Ternyata begitu ngomong, tampilan sama hatinya beda jauh,” ujar Hana.

Kenangan serupa juga disampaikan Audi Bella yang terlibat sebagai eksekutif produser sekaligus pemain.

Audi mengaku telah mengenal Gary Iskak selama makin dari satu dekade dan menganggapnya bukan sekadar rekan kerja.

“Bareng-bareng beliau tuh lantaran kan telah bukan bagaikan teman ya, telah bagaikan saudara, telah kayak abang, kayak bapak saya sendiri, makin dari teman lah,” tutur Audi Bella.

Lastri: Arwah Kembang Desa merupakan film drama horor berlatar era 1980-an yang mengangkat kisah urban legend di sebuah desa. 

Film garapan sutradara Hendry Tifo tersebut menghadirkan teror supranatural yang dibalut konflik emosional para karakternya.

Di balik kisah horor yang diusung, film ini juga menjadi salah satu penampilan terakhir Gary Iskak di layar lebar. 

Karena itu, untuk para pemain dan tim produksi, Lastri: Arwah Kembang Desa tak cuma menjadi karya sinema, namun juga bentuk penghormatan atas perjalanan panjang Gary Iskak di dunia seni peran Indonesia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *