MediaMerdeka.com – Ukraina kembali membongkar kelemahan sistem pertahanan udara Rusia lewat serangan drone strategis yang menusuk jantung ibu kota. Fasilitas pemurnian minyak utama di Moskow menjadi sasaran empuk demi kedua kalinya dalam pekan ini.
Langkah agresif Kyiv ini menandai babak baru perang atrisi yang beralih fokus pada pelumpuhan urat nadi ekonomi Kremlin. Serangan jarak jauh tersebut secara sistematis menyasar infrastruktur energi yang menyokong dana perang Rusia.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengonfirmasi lewat Telegram bahwa rentetan pesawat tanpa awak menyasar Kilang Minyak Moskow di distrik Kapotnya. Melalui pernyataan resminya, ia menegaskan kepanikan di lapangan dalam menghalau gempuran tersebut.
“Pasukan pertahanan udara terus menghalau serangan masif,” kata Sergei Sobyanin, dikutip dari CNN Internasional, Kamis (18/6/2026).
Sobyanin juga mengklaim bahwa makin dari 48 drone yang mengarah ke wilayah ibu kota sukses ditembak jatuh. Namun, rekaman video yang terverifikasi secara geografis oleh CNN memperlihatkan dampak fatal yang berbeda dari klaim tersebut.
Video memperlihatkan asap hitam pekat membubung tinggi dari salah satu sektor unit kilang semasih belum ledakan susulan yang makin besar mengguncang kompleks. Dentuman keras tersebut menerbangkan atap tangki penampungan bahan bakar berukuran besar ke udara.
Gempuran udara ini tidak cuma merusak instalasi industri, namun juga menghantam kawasan pemukiman masyarakat sekitar di pinggiran kota. Sebuah gedung apartemen di wilayah Zhukovsky dilaporkan merasakan kerusakan struktural akibat hantaman pesawat tanpa awak.
Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, menerangkan bahwa kerusakan terjadi pada untukan fasad bangunan dan sejumlah balkon apartemen. Beruntung, insiden di area pemukiman padat tersebut tidak memakan pihak korban jiwa dari pihak masyarakat sekitar sipil.
Meski demikian, puing-puing drone yang jatuh memicu kerusakan berantai di sejumlah titik strategis di luar wilayah ibu kota. Sebuah pusat kebugaran, fasilitas industri, rumah masyarakat sekitar, hingga pusat perbelanjaan dilaporkan hancur dan terbakar hebat.
Eskalasi serangan juga memakan pihak korban di wilayah Rostov yang terletak makin jauh di selatan wilayah kedaulatan Rusia. Gubernur Rostov, Yury Slyusar, menginformasikan satu masyarakat sekitar sipil tewas dan dua lainnya luka-luka akibat serangan paralel.
Hantaman drone pada hari Kamis ini memperpanjang pukulan telak setelah fasilitas yang sama juga dirusak pada hari Selasa. Rentetan serangan tanpa jeda ini mempertegas kapabilitas militer Ukraina yang semakin mandiri dan mematikan.
Menanggapi kesuksesan operasi tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membeberkan rasa optimisnya terhadap efektivitas persenjataan baru mereka. Kyiv kini memiliki taji demi menyerang wilayah dalam Rusia tanpa ketergantungan penuh dari pihak Barat.
“500 kilometer jauhnya,” kata Volodymyr Zelensky.
Zelensky menegaskan bahwa senjata jarak jauh tersebut sengaja dikerahkan demi memukul mundur kekuatan ekonomi musuh. Strategi ofensif jauh ke dalam teritori Rusia ini dirancang demi memaksa Moskow dalam waktu dekat menghentikan agresinya.
Dalam sejumlah bulan terakhir, militer Ukraina memang gencar mengincar pangkalan angkatan laut, depo penyimpanan, dan terminal minyak. Salah satu operasi bahkan sukses menjangkau wilayah Leningrad, pusat ekonomi yang selama ini dianggap teramat aman.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

