MediaMerdeka.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengesahkan kesepakatan damai bilateral bersama Iran di Istana Versailles, Prancis.
Langkah besar ini diambil guna menghentikan konfrontasi bersenjata di seluruh kawasan Timur Tengah secara total.
Keputusan bersejarah tersebut langsung memicu optimisme global terkait stabilitas pasokan energi dan penghentian pertumpahan darah.
Klausal utama kesepakatan ini berfokus pada pemulihan ekonomi Teheran melalui pelonggaran sanksi perdagangan internasional.
Gedung Putih setuju menghapus hambatan ekspor komoditas utama agar Iran dapat kembali menjual minyak mentah.
Sebagai imbalannya, jalur maritim strategis di Selat Hormuz akan dibuka kembali demi menjamin keamanan logistik dunia.
Teheran juga menyerahkan jaminan ketat bahwa mereka tidak akan memproduksi ataupun mengembangkan senjata nuklir.
Pakta ini turut menggalang dana rekonstruksi masif senilai Rp4.900 triliun (300 miliar dolar AS) dari Washington dan sekutunya.
Bantuan finansial tersebut dalam waktu dekat bergulir setelah negosiasi tahap berikutnya mencapai kesepakatan final antar kedua negara.
Momen penandatanganan dokumen krusial ini terjadi secara tertutup di sela-sela jamuan makan malam resmi.
Presiden Prancis Emmanuel Macron bertindak sebagai tuan rumah dalam pertemuan tingkat tinggi yang mempertemukan para pemimpin.
Setelah agenda makan malam tersebut usai, Trump langsung menyerahkan pernyataan singkat kepada awak media yang menunggu.
“Itu telah ditandatangani,” ujar Trump kepada para wartawan, dikutip dari CNN Internasional, Kamis (18/6/2026).
Media pihak pemerintah Iran turut mempublikasikan foto Presiden Masoud Pezeshkian yang sedang membubuhkan tanda tangan pada dokumen serupa.
Implementasi pakta ini otomatis menghentikan pertempuran di berbagai front, termasuk agresi militer Israel di Lebanon.
Hubungan diplomasi antara Washington dan Teheran semasih belumnya membeku parah akibat sanksi ekonomi berlapis dan isu pengayaan uranium.
Ketegangan tersebut kian memuncak saat jalur perdagangan Selat Hormuz terganggu dan serangan udara terus mengguncang Lebanon.
Melalui mediasi ketat di Prancis, pakta Versailles ini diharapkan menjadi titik balik perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

