MediaMerdeka.com – Iran menegaskan tidak akan menjalankan kesepakatan damai apabila Presiden Donald Trump mengkhianati komitmen yang telah disepakati bersama. Langkah tegas ini diambil demi mengonfirmasi Amerika Serikat benar-benar mencabut sanksi ekonomi mereka.
Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator kunci, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan peringatan keras tersebut kepada publik. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Teheran tidak akan tinggal diam apabila dibohongi.
“Jika Amerika Serikat tidak menghormati komitmennya, tidak ada cara untuk Iran demi menghormati komitmentnya sendiri,” ujar Ghalibaf tegas melalui saluran media Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Peringatan ini muncul tepat setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman baru. Hubungan kedua negara yang sempat membeku kini memasuki babak baru yang penuh ketidaktentuan.
Kesepakatan bilateral tersebut ditujukan demi menghentikan konflik bersenjata yang melelahkan kedua belah pihak. Selain itu, jalur perdagangan vital di Selat Hormuz akan dalam waktu dekat dibuka kembali.
Rencana perdamaian yang disepakati ini mencakup 14 poin krusial untuk masa depan ekonomi Timur Tengah. Salah satu poin utamanya merupakan penghapusan sanksi sepihak yang selama ini mencekik Teheran.
Pemulihan hak ini mebarangkalikan Iran mendongkrak kembali pendapatan negara dari sektor penjualan minyak mentah. Teheran juga bakal memperoleh lagi akses penuh ke jaringan perbankan internasional.
Proses diplomasi tingkat tinggi ini diakui berjalan amat alot oleh para pemimpin dunia. Kendati demikian, momentum ini dinilai menjadi titik balik penting untuk stabilitas geopolitik.
“Ini tidak mudah,” aku Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menandatangani dokumen memorandum tersebut.
Pertemuan bersejarah ini berlangsung di Istana Versailles, Prancis, di bawah pengawasan ketat para diplomat. Kehadiran para pemimpin dunia menandai pentingnya stabilitas di kawasan penghasil energi tersebut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron bertindak langsung sebagai tuan rumah yang memfasilitasi makan malam diplomatik tersebut. Ia juga memuntukkan momen krusial ini melalui sebuah unggahan video di media sosial.
Melalui akun resminya di platform X, Macron menyampaikan optimisme tinggi terkait masa depan perdamaian ini. Ia yakin kesepakatan ini mengangkut dampak positif untuk konsumen global.
Macron menegaskan bahwa rencana 14 poin tersebut “membuka jalan untuk perdamaian abadi” dan akan menyebabkan penurunan harga energi. Pernyataan ini mengangkut angin segar untuk pasar yang sedang bergejolak.
Sebagai latar belakang, konflik berkepanjangan antara AS dan Iran semasih belumnya telah melumpuhkan jalur pelayaran Selat Hormuz. Pemblokiran ini sempat memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional.
Sanksi ekonomi yang dijatuhkan Washington semasih belumnya bertujuan mengisolasi Teheran dari sistem keuangan global. Melalui memorandum Versailles ini, kedua negara kini berupaya merajut kembali stabilitas yang sempat hilang.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

