Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bila People’s Bank of China (PBOC) telah mendukung rencana penerbitan Panda Bond dari Pemerintah Indonesia.

Dukungan bank sentral China itu disampaikan Purbaya dalam kunjungan kerja ke Tiongkok yang dilakukan sejak Rabu (17/6/2026). Di sana ia menemui sejumlah pihak mengawali dari Menkeu China Lan Fo’an, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), dan investor lainnya.

“Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia amat kuat,” ujarnya di Beijing pada Jumat (18/6), dikutip dari siaran pers.

Menurutnya, kunjungan ini menghasilkan komitmen penuh Pemerintah China dan PBOC demi mendukung kelancaran penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar domestik mereka.

“Kami mengimbau dukungan demi penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami mengimbau percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan dalam waktu dekat dipercepat,” papar dia.

Penerbitan surat utang ini merupakan strategi diversifikasi pembiayaan pembangunan nasional agar tidak bergantung pada satu mata uang, sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan China terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

“Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan berakibat tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja. Ini juga sejalan bersama kerja sama transaksi mata uang lokal yang telah terjalin antara Indonesia dan China,” imbuh Purbaya.

“Diskusi bersama mereka amat konstruktif dan memperlihatkan bahwa kepercayaan China terhadap Indonesia amat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat demi meningkatkan hubungan ekonomi yang makin erat,” lanjutnya lagi.

Purbaya lalu menerangkan fundamental ekonomi nasional yang tetap sehat di tengah dinamika global, di mana berbagai hambatan investasi terus diperbaiki pihak pemerintah.

“Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor telah direspons dan sedang diperbaiki oleh pihak pemerintah sesuai arahan Presiden demi menciptakan iklim investasi yang semakin baik,” umbarnya.

Lebih lanjut ia menyebut langkah ini menegaskan strategi Pemerintah demi memperluas investasi dari berbagai negara secara netral tanpa terikat kepentingan geopolitik tertentu.

“Kita menerapkan prinsip non-alignment. Semakin sejumlah negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, namun kita juga terus membuka peluang kerja sama bersama Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya,” jelas Purbaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *