MediaMerdeka.com – Suasana di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Jumat malam (19/6/2026) mendadak riuh saat pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memutuskan demi turun langsung menemui massa aksi kalangan akademisi.
Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, bersama Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Nasdem, Saan Mustopa, terlihat menaiki mobil komando di tengah kerumunan kalangan akademisi dari berbagai universitas yang telah bertahan sejak siang hari.
Langkah pimpinan parlemen menaiki mobil komando ini dilakukan demi merespons langsung gelombang protes yang mengangkut sejumlah tuntutan krusial, mengawali dari isu ekonomi hingga penegakan hukum terhadap aktivis kalangan akademisi.
Di atas mobil orator tersebut, pimpinan DPR berdialog bersama perwakilan kalangan akademisi guna mengonfirmasi aspirasi mereka sampai ke telinga pihak pemerintah pusat atau pihak eksekutif.
Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa DPR RI secara resmi telah menyambut baik poin-poin aspirasi yang dibawa oleh delegasi kalangan akademisi.
Ia menegaskan bahwa tuntutan yang berkaitan bersama kebijakan keaparatur negara kementerianan teknis, khususnya Keaparatur negara kementerianan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Gizi Nasional (BGN), akan dalam waktu dekat diproses melalui jalur koordinasi legislatif dan eksekutif.
“Beberapa aspirasi telah kami langsung sampaikan (melalui) telepon ke pihak eksekutif, baik Menteri ESDM dan Kepala BGN,” kata Dasco di hadapan massa aksi yang memadati area gerbang utama parlemen.
Pernyataan Dasco tersebut merujuk pada langkah cepat parlemen dalam menghubungi para pengambil kebijakan agar keresahan kalangan akademisi memperoleh respons seketika.
Fokus utama dalam pembicaraan tersebut mencakup tata kelola program strategis pihak pemerintah serta ketersediaan sumber daya energi untuk masyarakat sekitar luas.
Selain masalah kebijakan sektoral, isu penahanan rekan kalangan akademisi juga menjadi sorotan utama dalam demonstrasi kali ini.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyerahkan kabar terkait nasib 16 kalangan akademisi Universitas Trisakti yang semasih belumnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka pasca-aksi demonstrasi di depan Balai Kota Jakarta.
Saan Mustopa mengonfirmasi bahwa pihak DPR telah menjalankan langkah-langkah koordinasi bersama aparat penegak hukum agar status hukum para kalangan akademisi tersebut dalam waktu dekat memperoleh kejelasan.
Ia menyebutkan adanya upaya pembatalan status tersangka atau pembebasan dalam waktu dekat.
Saan menyebut telah berkoordinasi bersama Komisi III DPR RI terkait hal itu. Tuntutan kalangan akademisi terkait tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG), Saan menerangkan perwakilan kalangan akademisi telah diberikan ruang dialog bersama kepala BGN.
“Dari hasil evaluasi dan penyisiran, ke depan akan ada penghematan sekitar 70 triliun dari (sektor BGN) yang tidak efektif,” jelasnya kepada massa aksi.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

