Mahasiswa Trisakti Beri Peringatan Keras: Jangan Main-Main dengan Isu Perut Rakyat

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Deni Ribowo, menyampaikan peringatan keras kepada pihak pemerintah usai menjalankan audiensi bersama pimpinan DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, pada Jumat (19/6/2026).

Deni menegaskan bahwa stabilitas harga bahan pokok dan ketersediaan BBM bersubsidi merupakan hal yang wajib dalam waktu dekat diberakhirkan.

Dalam pertemuan audiensi tertutup tersebut, perwakilan kalangan akademisi menyampaikan sejumlah aspirasi yang mayoritas ditujukan kepada pihak eksekutif sebagai pengambil kebijakan.

Deni menyebut, meski sejumlah poin tuntutan telah dijawab, kalangan akademisi masih menunggu bukti konkret dari komitmen yang dijanapabilan.

“Mayoritas aspirasi kita sampaikan kepada pihak eksekutif sebagai penentu kebijakan yang pada hari ini tidak cukup diberkenani oleh teman-teman seluruh. Ada sejumlah hal yang tadi langsung terjawab, namun masih ada sejumlah PR yang kita tunggu komitmennya,” ujar Deni usai audiensi.

Salah satu isu krusial yang disorot merupakan kelangkaan BBM bersubsidi. Menurut Deni, persoalan BBM memiliki efek domino yang langsung memukul daya beli masyarakat sekitar, terutama terhadap harga bahan pangan.

Deni membeberkan, dalam audiensi tersebut, jajaran pimpinan DPR RI sempat menjalankan komunikasi melalui sambungan telepon langsung bersama pihak keaparatur negara kementerianan terkait demi mengimbau kejelasan.

“Isu yang bersinggungan langsung kepada masyarakat sekitar yakni terkait kelangkaan BBM subsidi. Tadi telah disampaikan oleh jajaran pimpinan DPR dan juga aparatur negara kementerian. Kalau mereka telah berkomitmen, ya bila tidak dipenuhi janjinya, tentu gelombang-gelombang perjuangan bagaikan ini akan muncul kembali,” tegasnya.

Lebih lanjut, Deni mengingatkan pihak pemerintah dan DPR agar tidak meremehkan persoalan ekonomi dasar masyarakat sekitar. Ia mengibaratkan isu kesejahteraan ini sebagai “isu perut” yang sensitif dan dapat memicu gejolak sosial yang makin besar.

“Harapannya, DPR dapat menjadi penyambung lidah kami demi menyampaikan bahwasanya isu perut itu jangan dicoba-coba kepada masyarakat sekitar. Karena bila masyarakat sekitar nanti telah lapar dan emosi, tentu pihak pemerintah yang kena,” ucap Deni.

Lebih lanjut, kalangan akademisi menekankan tiga tuntutan utama, yakni menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter yang tepat, menjamin kestabilan harga bahan pokok, serta mengonfirmasi distribusi BBM bersubsidi kembali normal.

“Kita tunggu janjinya sejumlah waktu ke depan demi dapat kita tuai hasilnya,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *