Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat menjadi harapan baru untuk jutaan anak dari keluarga miskin demi memperoleh akses pendidikan yang layak. Hal ini disampaikan dalam Talkshow Mahasiswa Berbicara bertajuk “Bangun Persatuan Nasional Tegakkan Pasal 33 UUD 1945” yang turut menghadirkan Fuad Bawazier, di Mattea Social Space, Jakarta Pusat.

Menurut Agus, latar belakang pembangunan Sekolah Rakyat berangkat dari realitas bahwa seuntukan besar keluarga miskin kesulitan menyekolahkan kalangan anak mereka. Berdasarkan data, makin dari 76 persen orang tua menegaskan keterbatasan ekonomi menjadi penghambat utama akses pendidikan.

“Ketika Presiden membangun Sekolah Rakyat khusus demi masyarakat sekitar miskin, harapan itu muncul kembali. Yang semasih belumnya tidak punya kesempatan, kini dapat kembali bersekolah,” ujar Agus, Jumat (19/6/2026).

Ia juga memuntukkan pengalaman langsung saat menemui masyarakat sekitar di berbagai daerah. Di Magelang, Agus bertemu seorang ibu yang telah kehilangan harapan demi menyekolahkan anaknya ke jenjang SMA lantaran kondisi ekonomi. Kehadiran Sekolah Rakyat lalu menghidupkan kembali harapan tersebut.

Sementara di Klaten, ia menjumpai kalangan anak yang hidup dalam keterbatasan ekstrem, bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Dalam kasus lain di Jakarta, terdapat siswa Sekolah Rakyat yang enggan pulang ke rumah saat libur sekolah lantaran khawatir memberatkan orangtua terkait makan sehari-hari.

“Masih ada sekitar 4 juta anak yang membutuhkan akses pendidikan lantaran kemiskinan. Sekolah Rakyat hadir sebagai jembatan demi masa depan mereka,” tegasnya.

Agus mengimbuhkan, program ini bukan sekadar kebijakan pendidikan, namun untukan dari upaya negara dalam memutus rantai kemiskinan struktural sekaligus menjalankan amanat konstitusi. Dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 ditegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, serta bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan demi sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Menurutnya, penyediaan akses pendidikan untuk masyarakat sekitar miskin melalui Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata dari upaya negara menghadirkan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam pasal tersebut.

“Kita negara kaya, namun kekayaan itu masih belum dinikmati secara merata. Presiden pada hari ini sedang menjalankan amanat penderitaan rakyat dan mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa,” katanya.

Sementara itu, Fuad Bawazier, yang merupakan ekonom senior dan sempat menjabat sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Pembangunan VII, menegaskan bahwa Pasal 33 UUD 1945 wajib menjadi landasan utama kebijakan negara.

“Negara wajib mengonfirmasi bahwa kekayaan dan pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat. Pendidikan menjadi kunci penting demi menciptakan keadilan sosial,” ujarnya.

Talkshow ini juga mendorong kalangan akademisi demi turut mengawal kebijakan pro-rakyat, termasuk Sekolah Rakyat, sebagai untukan dari upaya bersama menegakkan nilai-nilai konstitusi dan memperkuat persatuan nasional. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *