ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Festival seni rupa kontemporer ARTJOG 2026 resmi berlangsung di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta, mengawali 19 Juni hingga 30 Agustus 2026. Gelaran pada tahun ini menjadi penanda dimengawalinya trilogi tema besar ARS LONGA yang akan berlanjut hingga 2028.

Sebagai pembuka trilogi tersebut, ARTJOG mengangkat tema ARS LONGA: GENERATIO. Tema ini mengajak publik menelaah hubungan antargenerasi dalam praktik kesenian sekaligus mempertanyakan kembali posisi seni dalam kehidupan sosial di tengah berbagai tantangan zaman. Seni dipandang tidak cuma sebagai medium ekspresi, namun juga sarana membangun pengetahuan, merawat ingatan, hingga menghadirkan ruang pemulihan.

Untuk menerjemahkan gagasan tersebut, ARTJOG menunjuk Roby Dwi Antono sebagai seniman komisi. Ia menghadirkan proyek instalasi dan ruang imersif bertajuk GENERATIO: CYCLUS VITAE yang mengeksplorasi bagaimana pengalaman dan luka yang diwariskan dari generasi semasih belumnya dapat memengaruhi pembentukan identitas generasi berikutnya.

Rangkaian karya tersebut teruntuk dalam sejumlah untukan yang tersebar di area pameran. Mulai dari instalasi pada fasad utama hingga ruang-ruang yang mengajak pengunjung menelusuri siklus kehidupan, kelahiran, dan regenerasi melalui pendekatan visual khas Roby Dwi Antono.

Pada hari pembukaan, pengunjung juga disuguhkan pertunjukan seni performans Living Thread karya seniman Jepang Hiromi Tango. Terinspirasi dari tradisi shimenawa di Jepang, karya ini menghadirkan pengalaman partisipatif yang menekankan nilai keterhubungan, perlindungan, dan kebersamaan lintas generasi.

Tema GENERATIO turut diwujudkan melalui dua segmen utama, yakni Dialogus dan Präctica. Segmen Dialogus menampilkan karya-karya kolaboratif yang menyoroti hubungan antargenerasi dan proses beruntuk pengetahuan antarseniman. Sementara Präctica menghadirkan praktik artistik para seniman individu bersama beragam isu yang berkaitan bersama budaya, sejarah, lingkungan, hingga identitas sosial kontemporer.

Sejumlah seniman dan kolektif yang terlibat di antaranya Alyakha Kolektif, Atreyu Moniaga Project, Dolorosa Sinaga bersama Kelas Aktivisme Seni, Jessica Soekidi, hingga TEMPA. ARTJOG juga menyerahkan penghormatan kepada almarhum Radi Arwinda melalui presentasi karya yang menyoroti praktik artistiknya selama berkarya.

Tak cuma pameran seni rupa, ARTJOG 2026 turut menghadirkan program performa•ARTJOG yang menyaapabilan berbagai pertunjukan multidisiplin. Sejumlah seniman dari Indonesia, Prancis, dan Australia dijadwalkan tampil sepanjang penyelenggaraan festival, mengawali dari pertunjukan musik, teater, hingga seni performans.

Berbagai program pendukung bagaikan Exhibition Tour, Meet the Artist, Love ARTJOG, ARTCARE Indonesia, dan The Others Lab juga kembali digelar demi memperluas interaksi antara seniman dan publik. Melalui penyelenggaraan pada tahun ini, ARTJOG menegaskan komitmennya sebagai ruang perjumpaan yang inklusif sekaligus wadah pertukaran gagasan untuk masyarakat sekitar luas.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *