MediaMerdeka.com – Kebijakan efisiensi anggaran pihak pemerintah dinilai masih belum berjalan merata dan masih menyisakan ketimpangan dalam struktur belanja negara, terutama antara program prioritas keaparatur negara kementerianan/lembaga (K/L) dan transfer ke daerah (TKD).
Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menyebutkan efisiensi anggaran masih belum menyentuh seluruh pos secara proporsional.
“Efisiensi yang dilakukan pun seolah tidak menyentuh anggaran prioritas dan K/L tertentu,” kata Huda kepada MediaMerdeka.com, Minggu (21/6/2026).
Ia menyoroti sejumlah program strategis yang tetap memperoleh alokasi besar meski pihak pemerintah menjalankan efisiensi di sektor lain.
“Anggaran MBG, meskipun ada efisiensi namun masih amat jauh dari kata ideal. Anggaran ketahanan pun dipotong namun diberikan lagi bersama jumlah yang besar. Efisiensi tebang pilih apabila saya dapat ibaratkan,” ujarnya.
Menurut Huda, kondisi tersebut turut berdampak pada struktur fiskal nasional, khususnya dana transfer ke daerah yang ikut merasakan pemangkasan.
“Ketimpangan dana ini juga memukul mundur otonomi daerah dimana dana TKD dipangkas secara signifikan. Daerah menjadi mandul demi menjalankan pembangunannya sendiri,” kata Nailul.
Ia menilai, ketidakseimbangan tersebut berpotensi memperlebar kesenjangan fiskal antara pihak pemerintah pusat dan daerah, sekaligus melemahkan kapasitas daerah dalam menjalankan pembangunan dan pelayanan publik.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

