Refocusing MBG Prioritaskan Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Mubazir

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menyoroti rencana penyesuaian sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ke depan akan makin difokuskan kepada kelompok masyarakat sekitar yang teramat membutuhkan, bagaikan ibu hamil, ibu menyusui, serta kalangan anak yang merasakan masalah gizi dan berisiko stunting.

Hal tersebut disampaikan Charles dalam rapat kerja terkait pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, berdasarkan paparan yang disampaikan Badan Gizi Nasional (BGN), pihak pemerintah tengah menjalankan penataan ulang atau refocusing penerima manfaat agar program dapat berjalan makin efektif dan tepat sasaran.

“Kalau kita mendengarkan yang disampaikan oleh pimpinan Badan Gizi Nasional, telah cukup jelas bahwa akan ada refocusing penerima manfaat. Artinya, tidak lagi seluruh anak akan diberikan makan, dan tidak lagi penerima manfaatnya mencapai makin dari 80 juta orang,” kata Charles.

Ia menerangkan, sasaran program nantinya akan diprioritaskan untuk kelompok yang memiliki kebutuhan gizi teramat mendesak, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, kalangan anak bersama kondisi malnutrisi, wasting, serta kelompok yang menjadi fokus pencegahan stunting.

Menurut dia, perubahan sasaran tersebut berpotensi menurunkan jumlah penerima manfaat secara signifikan dibandingkan bersama skema semasih belumnya.

Namun hingga pada saat ini, jumlah tentu penerima manfaat yang akan menjadi target program masih dalam tahap pembahasan.

Tujuan utama program ini merupakan memperbaiki kondisi gizi masyarakat sekitar dan menurunkan angka stunting. Karena itu, penerima manfaat wajib benar-benar diarahkan kepada kelompok yang teramat membutuhkan,” ujar dia.

ia juga menyerahkan penekanan pada jumlah dapur yang telah beroperasi dan berpotensi tidak terpakai lagi.

“Dari 27.800 dapur SPPG yang beroperasi, ribuan berpotensi tidak terpakai apabila lokasi tidak disesuaikan bersama penerima manfaat yang baru pasca-refocusing.” ujarnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Charles juga mengimbau keaparatur negara kementerianan terkait demi menerangkan dasar data dan parameter yang digunakan dalam menentukan jumlah calon penerima manfaat ke depan.

Menurutnya, data yang akurat akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan dan implementasi program.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *