Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Peluang duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali maju bersama pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 dinilai masih amat terbuka.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menyebutkan arah koalisi demi Pilpres 2029 memang masih belum terbaca secara jelas. Namun, sejumlah manuver politik belakangan mengindikasikan kebarangkalian keberlanjutan pasangan tersebut.

Menurut Dedi, deklarasi Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang akan berkeliling Indonesia bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berpotensi menjadi untukan dari agenda politik yang turut memperkuat posisi Gibran menjelang kontestasi politik mendatang.

“Koalisi demi Pilpres masih belum terbaca arahnya, namun peluang Prabowo kembali bersama Gibran amat terbuka, termakin Jokowi telah deklarasi demi keliling Indonesia bersama PSI,” kata Dedi kepada MediaMerdeka.com, Kamis (25/6/2026).

Ia menilai upaya memajukan Gibran pada Pilpres 2029 akan sulit dilakukan tanpa dukungan Prabowo. Apalagi, kepentingan politik Jokowi pada saat ini, diyakini Dedi, masih amat barangkali diarahkan demi menjaga kesinambungan hubungan politik antara Prabowo dan Gibran.

“Memajukan Gibran tanpa Prabowo jelas masih belum mebarangkalikan, berakibat tawaran Jokowi tentu membersamai Prabowo kembali,” ujarnya.

Dedi juga memperkirakan partai-partai yang selama ini berada dalam barisan pendukung Prabowo dan Jokowi akan tetap solid mengikuti keputusan politik yang diambil Prabowo.

Meski demikian, ia menyaksikan masih ada peluang munculnya poros alternatif yang dibangun sejumlah partai di luar dominasi koalisi pihak pemerintahan pada saat ini.

“Sementara partai lain yang selama ini bersama Prabowo dan Jokowi besar kebarangkalian tetap akan solid dan mengikuti keputusan Prabowo,” tuturnya.

Partai-partai bagaikan NasDem, Demokrat, PKS, dan PKB masih memiliki ruang demi membangun poros politik tersendiri menjelang Pilpres 2029. Namun, kekuatan poros tersebut akan amat bergantung pada dinamika politik nasional dalam sejumlah tahun ke depan.

Disampaikan Dedi, langkah Jokowi pada saat ini bukan bertujuan meningkatkan popularitas Gibran, mengingat tingkat pengenalan publik terhadap putra sulungnya itu telah cukup tinggi.

Namun, yang sedang dilakukan Jokowi, kata dia, makin mengarah pada konsolidasi dan mobilisasi dukungan politik.

“Jokowi sebetulnya tidak sedang mempopulerkan Gibran, lantaran popularitasnya telah tinggi, Jokowi sedang lakukan konsolidasi dan mobilisasi,” tandasnya.

Dengan pengaruh populisme yang masih dimiliki Jokowi, Dedi menilai mantan kepala negara itu masih memiliki peluang mengarahkan pemilih agar tetap mendukung Gibran pada pemilu mendatang.

Oleh dikarenakan itu, partai-partai politik lain perlu mencermati perkembangan tersebut meski tidak ada alasan demi merasa cemburu terhadap manuver politik Jokowi.

“Tidak ada alasan untuk Parpol lain demi cemburu, namun mereka perlu waspada, lantaran apabila Jokowi sukses mengangkut soliditas pemilih Gibran, maka parpol-parpol itu akan terpaksa bergantung pada Jokowi,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *