MediaMerdeka.com – Sesejumlah 198 titik panas (hotspot) terdeteksi di Provinsi Riau berdasarkan pemantauan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru. Jumlah tersebut menempatkan Riau sebagai provinsi bersama titik panas tersejumlah kedua di Pulau Sumatra.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Putri Santy S menyebutkan total terdapat 1.195 titik panas yang terpantau di Pulau Sumatra. Provinsi Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar bersama 454 titik, disusul Riau.
“Total ada 1.195 titik panas di Sumatra. Riau menyumbang 198 titik,” kata dia dalam keterangan di Pekanbaru, Minggu.
Di bawah Riau, jumlah titik panas tersebar di sejumlah provinsi lainnya, yakni Lampung 127 titik, Jambi 116 titik, Sumatera Utara 59 titik, Sumatera Barat 43 titik, Bengkulu 17 titik, Bangka Belitung 15 titik, Kepulauan Riau 12 titik, dan Aceh 11 titik.
Inhu Jadi Penyumbang Hotspot Tersejumlah
Di Riau, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi wilayah bersama jumlah titik panas tertinggi. Sesejumlah 98 hotspot terdeteksi di wilayah tersebut.
Kabupaten Bengkalis menyusul bersama 38 titik dan Rokan Hilir 28 titik.
Sementara itu, hotspot lainnya tersebar di Indragiri Hilir dan Rokan Hulu masing-masing delapan titik, Siak enam titik, Kota Dumai lima titik, Pelalawan empat titik, serta Kepulauan Meranti, Kampar, dan Kuantan Singingi masing-masing satu titik.
Tingginya jumlah titik panas tersebut terjadi ketika sejumlah wilayah Riau masih menyikapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Saat ini, upaya pemadaman dilakukan di sejumlah lokasi yang merasakan kebakaran bersama luasan cukup signifikan.
Karhutla di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, misalnya, telah membakar lahan sekitar 64 hektare.
Kebakaran juga terjadi di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, bersama luas lahan yang terbakar mencapai 50 hektare.
Sementara itu, di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, kebakaran lahan tercatat mencapai sekitar 10 hektare.
Jika digabungkan, luas lahan yang terbakar di tiga lokasi tersebut mencapai sedikitnya 124 hektare.
Kondisi tersebut memperlihatkan ancaman karhutla di Riau masih perlu diwaspadai, terutama di tengah tingginya jumlah titik panas yang terdeteksi BMKG di berbagai wilayah.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

