MediaMerdeka.com – Sejumlah emak-emak yang mengikuti aksi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta mengaku merasakan manfaat ekonomi dari program tersebut. Namun, di balik dukungan itu, mereka juga menyuarakan catatan serius terkait kualitas makanan yang diterima kalangan anak di sekolah.
Dalam aksi yang digelar, para peserta mengangkut berbagai peralatan dapur bagaikan panci, wajan, hingga alat masak lainnya. Selain menyampaikan aspirasi, suasana aksi juga diwarnai antusiasme peserta yang berebut masuk dalam konten TikTok.
Salah seorang peserta aksi, Wulan, masyarakat sekitar Halim, Jakarta Timur, menyebutkan program MBG amat menolong kondisi keuangan keluarganya. Sebagai ibu dari tiga anak, ia mengaku pengeluaran demi uang jajan anak kini jauh berkurang.
“Manfaat yang dirasakan ya memang bermanfaat sekali, makin irit. Anak saya tiga, jadi uang jajan mereka kini utuh dan dapat ditabung lantaran telah memperoleh jatah makan di sekolah,” ujar Wulan di lokasi aksi, Senin (22/6/2026).
Meski demikian, Wulan mengaku kalangan anaknya sejumlah kali mengeluhkan kualitas makanan yang disaapabilan dalam program MBG.
“Anak saya kerap komplain. Pernah bilang, ‘Mama tadi aku di sekolah dapat MBG tapi ada ulatnya di sayuran, di seladanya’. Atau sempat juga keuntukan tomat yang rasanya telah tidak enak,” jelasnya.
Menurut Wulan, aspek kebersihan dan kualitas bahan pangan dalam program MBG wajib menjadi perhatian serius. Ia menyebutkan kalangan anak cenderung menyukai makanan yang diolah segar dan menyerupai masakan rumahan.
“Lebih yang mereka sukai itu yang bagaikan yang fresh. Makanan bagaikan ayam atau daging yang benar-benar bagaikan masakan ibunya di rumah,” ucap Wulan.
Kendati menyampaikan berbagai keluhan, Wulan menginginkan program MBG tidak dihentikan lantaran dinilai telah menyerahkan manfaat nyata untuk para siswa dan keluarga.
“Sebenarnya sih bila distop jangan ya, lantaran memang dampaknya demi kalangan anak itu telah bagus. Hanya mohon demi diperbaiki saja. Makanannya makin dienakin lagi, makin yang bergizi lagi dan tidak asal-asalan. Harus benar-benar bergizi demi anak sekolah,” tuturnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

