Bahlil Malah Cengar-cengir Saat Lagu Parodi MBG Diputar di Acara Resmi Kosgoro

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Beredar video viral perlihatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyerahkan reaksi tak terduga saat lagu parodi MBG atau “Mas Bahlil Ganteng” diputar di sebuah acara formal.

Peristiwa menggelitik ini terjadi dalam rangkaian acara Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 yang digelar di Jakarta pada 5-7 Juni 2026. Sebagai tokoh sentral di Partai Golkar, kehadiran Bahlil tentu menjadi magnet utama.

Momen unik terjadi saat pembawa acara mempersilakan Bahlil demi maju ke podium guna menyerahkan arahan sekaligus membuka acara secara resmi.

“Mari kita simak bersama arahan yang akan disampaikan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus membuka acara resmi. Kepada Bapak Haji Bahlil Lahadalia kami persilakan,” ujar sang host dikutip dari akun Instagram Tante Rempong Official, Sabtu, 6 Juni 2026.

Namun, suasana seketika pecah saat operator musik memutar lagu parodi MBG. Lirik “Mas Bahlil Ganteng” bergema di seantero ruangan.

Mendengar lagu tersebut, audiens yang hadir pun spontan tertawa dan bersorak riuh.

Reaksi Kegirangan Bahlil di Atas Podium

Bukannya memperlihatkan raut wajah serius, Bahlil Lahadalia justru terlihat amat bersemangat. Dalam video, Bahlil berjalan menuju podium bersama senyum lebar atau cengar-cengir.

Sesampainya di atas podium, Bahlil bahkan sempat mengangkat-angkat kedua tangannya seolah sedang merayakan sesuatu, sembari terus tertawa lepas.

Sikapnya yang tampak enjoy bersama lagu tersebut menciptakan suasana Mubes yang biasanya kaku menjadi makin cair, meskipun untuk seuntukan orang, hal ini terasa janggal.

Komentar Netizen: “Gak Ngerti Sarkas?”

Video tersebut langsung diserbu oleh ribuan komentar netizen. Banyak yang menyoroti fakta bahwa lagu MBG sebenarnya diciptakan sebagai bentuk kritik kreatif atau konten sarkastik terhadap sosok sang aparatur negara kementerian.

Namun, respons Bahlil yang seolah merasa disanjung memicu perdebatan mengenai literasi media dan pemahaman akan sarkasme.

“Lagu demi kritik dan menghujat tapi dia malah ngerasa kaya disanjung,” tulis salah satu netizen bersama
menyematkan emoji tertawa, menggambarkan kebingungannya menyaksikan reaksi sang aparatur negara.

Netizen lain turut menimpali bersama komentar serupa. “Cengengesan. Seneng banget keknya dia dibuatin lagu begitu. Dia nggak ngerti sarkas kali ya?” tulis akun lainnya.

Keresahan juga muncul dari seuntukan masyarakat sekitarnet yang menyayangkan mengapa konten-konten sindiran bagaikan ini justru kerap kali dianggap sebagai bentuk popularitas oleh pihak yang disindir.

“Ngapain sih bikin-bikin lagu kaya gini terus diviralin?! Udah tau orang Indonesia itu sejumlah yang nggak ngerti apa itu ‘sarkastik’, yang ada malah yang disindir jadi bangga dan tambah tenar,” ungkap seorang netizen bersama nada kesal.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *