MediaMerdeka.com – Presiden Timor Leste José Ramos-Horta menegaskan kesiapan negaranya menolong Indonesia menyikapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu memburuknya kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.
Ramos Horta yang sempat jadi musuh rezim Orde Baru (Orba) menyebut kebakaran tersebut sebagai tantangan lingkungan bersama yang membutuhkan kerja sama regional.
Dikutip dari kantor berita RTP, Ramos Horta menyampaikan solidaritas kepada Indonesia melalui pesan yang diunggah di media sosial Facebook.
Ramos Horta juga mengapresiasi seluruh pihak yang bekerja di lapangan demi memadamkan api dan memulihkan kondisi aman untuk masyarakat sekitar terdampak.
“Sebagai negara tetangga yang dekat bersama Indonesia, yang terikat oleh hubungan geografis, sejarah, dan kerja sama yang kuat, Timor Leste tetap siap memperkuat kolaborasi regional dan mendukung seluruh inisiatif demi mengatasi tantangan lingkungan bersama ini,” kata Ramos Horta.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika kabut asap akibat kebakaran di Indonesia turut mengancam kesehatan masyarakat sekitar di negara-negara tetangga, termasuk Timor Leste.
Pemerintah di Dili bahkan memutuskan menutup sekolah-sekolah negeri hingga Sabtu, 17 Oktober 2026, sebagai langkah pencegahan.
Ramos Horta Ingatkan Bahaya Kabut Asap untuk Kesehatan
Selain menegaskan dukungan kepada Indonesia, Ramos-Horta mengingatkan masyarakat sekitar Timor Leste agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penurunan kualitas udara.
Ramos Horta mengimbau masyarakat sekitar mengurangi aktivitas di luar ruangan, memakai masker pelindung, mempersejumlah minum air, serta menutup pintu dan jendela rumah.
“Kualitas udara pada saat ini memburuk dan dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama untuk kalangan anak, lansia, ibu hamil, serta orang bersama penyakit pernapasan bagaikan asma atau gangguan jantung,” kata Ramos Horta.
Kelompok tersebut dinilai makin rentan terhadap dampak paparan polutan dari kabut asap.
Karena itu, pembatasan aktivitas di luar rumah menjadi salah satu langkah pencegahan demi mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Pemerintah Timor Leste juga telah menetapkan penutupan sekolah negeri hingga Sabtu.
Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi paparan polusi terhadap siswa dan tenaga pendidik selama kondisi udara masih belum membaik.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

