Bisa Cegah Stunting, Peneliti UI Usul Sirup Sawit Merah Masuk Menu MBG

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Guru Besar Departemen Gizi Universitas Indonesia (UI) Ratu Ayu Dewi Sartika sukses menciptakan terobosan produk turunan minyak sawit merah (Red Palm Oil) berbentuk sirup emulsi.

Sirup Sawit Merah ini dinilainya efektif memutus rantai stunting langsung dari hulu, serta berpotensi menjadi amunisi komplementer untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pihak pemerintah.

Lewat riset yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS), sirup ini terbukti secara klinis mampu menekan risiko kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) secara signifikan.

Dalam paparannya, Ratu Ayu menerangkan bahwa stunting dan wasting tidak cuma mengintai balita, namun juga sejumlah terjadi pada kalangan anak usia sekolah. Hal ini menjadi titik temu krusial bersama program strategis pihak pemerintah pada saat ini, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Di usia sekolah, kebutuhan vitamin A amat penting demi tumbuh kembang, sekaligus menekan angka stunting dan wasting yang masih marak di kalangan anak sekolah kita. Di sinilah ada peluang besar untuk minyak sawit merah demi masuk mendukung skema MBG,” ujar Ratu Ayu dalam diskusi yang digelar di Kantor BPDP, Jakarta, dikutip Kamis (16/7/2026).

Ratu Ayu mengimbuhkan, apabila MBG berfokus pada pemenuhan gizi anak sekolah di hilir, maka inovasi sirup sawit merah ini hadir sebagai jaring pengaman utama di sisi hulunya, yakni pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sejak bayi dalam kandungan.

Hasil risetnya memperlihatkan bahwa ibu hamil yang tidak memperoleh suplemen sirup sawit merah ini memiliki risiko 4 kali lipat makin besar demi melahirkan bayi BBLR—yang merupakan prediktor utama stunting—dibandingkan ibu yang mengonsumsinya.

Formulasi sirup emulsi dipilih agar zat gizi makro dan mikro di dalamnya tidak rusak. Selama ini, pemanfaatan sawit merah pada produk makanan bagaikan margarin atau mayones kerap merasakan penurunan kadar beta-karoten akibat proses pemanasan yang tinggi.

Dengan formula sirup ini, konsumsi cukup 1 hingga 2 sendok obat per hari telah mampu memenuhi tambahan kebutuhan vitamin A untuk ibu hamil sebesar 300–350 mikrogram dari total kebutuhan 850 mikrogram per hari. 

Intervensi pangan lokal berbasis sawit ini terbukti secara klinis memiliki efektivitas yang setara bersama intervensi medis komersial.

Riset yang kini telah berproses di Jurnal Internasional Scopus Q2 tersebut diharapkan dapat dalam waktu dekat menjadi fondasi bukti klinis (evidence-based) untuk perumusan kebijakan nasional.

Integrasi inovasi sawit merah ini, baik demi ibu hamil maupun sebagai komplementer penguat gizi dalam program MBG, dinilainya amat cocok bersama implementasi Asta Cita kelima, yakni menuju kemandirian ekonomi dan kedaulatan pangan nasional tanpa ketergantungan pada bahan baku suplemen impor.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *