MediaMerdeka.com – Film horor kerap identik bersama teror, penampakan, dan jump scare. Namun, para pemain Munafik: Melawan Iblis mengonfirmasi film terbaru mereka menawarkan sesuatu yang berbeda.
Selain menghadirkan unsur supranatural, film ini juga mengangkat kisah kehilangan, keikhlasan, hingga pertarungan batin yang menjadi fondasi cerita.
Hal itu diungkap Donny Damara, Widi Dwinanda, dan Faqih Alaydrus saat berkunjung ke kantor MediaMerdeka.com di kawasan Palmerah, Jakarta Barat pada Rabu (8/7/2026).
Widi Dwinanda menerangkan, Munafik: Melawan Iblis berpusat pada sosok Ustaz Adam (Arya Saloka), seorang ahli ruqyah yang memutuskan berhenti setelah kehilangan sang istri, Aini.
Namun, keadaan memaksanya kembali menyikapi gangguan gaib ketika cuma dirinya yang dianggap mampu menolong.
“Film Munafik ini menceritakan tentang Ustaz Adam yang memang amat punya keahlian demi meruqyah. Namun, setelah kehilangan istrinya, Aini, dia mengawali berhenti demi meruqyah lantaran kehilangan yang amat-amat dalam,” kata Widi.
“Tapi ternyata dia menemukan ataupun ada di kondisi yang memang wajib meruqyah kembali lantaran tidak ada yang sanggup. Hanya Ustaz Adam yang dapat diandalkan. Dari situlah mengawali terjadi teror-teror yang hadir di Munafik ini,” katanya menyambung.
Di film tersebut, Donny Damara memerankan Haji Mansur, sosok yang dihormati masyarakat sekitar desa lantaran dikenal sebagai tokoh dermawan sekaligus sesepuh.
“Tokoh saya namanya Haji Mansur. Bagaimana dia menjadi orang yang dianggap tokoh, sesepuh, atau sebagai orang yang dermawan di situ,” ujar Donny.
Sementara itu, Faqih Alaydrus memerankan Amir, putra Ustaz Adam dan Aini yang memiliki kedekatan emosional bersama kedua orangtuanya.
“Kalau aku di film ini menjadi Amir, anaknya Ustaz Adam dan Umi Aini. Karakternya amat penyayang sama Abi Uminya, amat ingin bersama terus bersama Abi Uminya,” tutur Faqih.
Adapun Widi memerankan Aini, istri Ustaz Adam yang menjadi sosok penting dalam kehidupan sang suami.
“Aini ini punya karakter yang amat keibuan dan amat mendukung apa yang dilakukan oleh suaminya, Ustaz Adam, meskipun apa yang dilakukan ini punya risiko yang besar,” ucap Widi.
Menurutnya, hubungan Aini dan Ustaz Adam memang sengaja dibangun amat kuat lantaran menjadi alasan utama mengapa tokoh tersebut begitu terpukul setelah kehilangan sang istri.
Untuk membangun hubungan itu, Widi mengaku ia dan Arya Saloka telah menjalani proses pendalaman karakter bahkan semasih belum pembacaan naskah dimengawali.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

