MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan mesin canggih demi mendeteksi produksi rokok secara otomatis. Alat ini nantinya dapat terhubung langsung ke Kantor Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu).
Menkeu Purbaya menyebut bila sistem milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu itu bakal diterapkan pada bulan ini. Sedangkan demi pemasangan keseluruhan dilakukan dalam enam bulan ke depan.
“Sebentar lagi Bea Cukai akan menjalankan mesin demi mendeteksi penghitungan rokok secara otomatis yang di-link ke pusat,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026, dikutip Minggu (7/6/2026).
Ia menerangkan bila sistem itu bakal secara otomatis memantau produksi rokok dari pabrik langsung ke Bea Cukai. Hal itu dilakukan demi mencegah kebocoran penerimaan cukai hasil tembakau (CHT).
“Nanti penghitungan rokok di pabrik akan otomatis langsung masuk ke sini, ke Bea Cukai berakibat tidak ada kebocoran-kebocoran lagi,” tambahnya.
Bendahara Negara mengklaim alat ini dapat mendeteksi secara canggih berbagai penyimpangan di industri tembakau, bagaikan salah perdemikan hingga salah personifikasi.
“Itu dapat terdeteksi langsung bersama sistem yang baru,” jelasnya.
Per 31 Mei 2026, Penerimaan Negara dari Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp 123,8 triliun atau 36,8 persen dari proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 336 triliun. Penerimaan ini tumbuh 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun semasih belumnya (year on year/yoy).
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

