Demi Children of Heaven, Hanung Bramantyo Minta Manoj Punjabi Keluar dari Zona Nyaman

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Sutradara Hanung Bramantyo bercerita tentang eksperimen yang dia lakukan demi film terbarunya, Children of Heaven versi Indonesia.

Suami Zaskia Adya Mecca nekat keluar dari pakem visual megah khas MD Pictures demi mengejar realisme yang jujur.

Meskipun begitu, produser Manoj Punjabi mengaku amat puas bersama hasil akhir film ini, terutama pada intensitas cerita di untukan penutup. Dia bahkan menyebut tidak ingin mengganti satu pun jajaran pemainnya.

“Adegan terakhir itu, 20 menit terakhir saya kayak keringetan nonton. Per menit saya dapat merasa tegangnya, saya telah involved di karakter ini, bahkan sampai lagu yang luar biasa itu keluar, telah puas saya,” kata Manoj Punjabi dalam Gala Premiere film tersebut yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Sabtu, 16 Mei 2026.

“Di sini seluruhnya right-right casting. Kalau saya punya time capsule demi rewind apa yang dapat diganti, saya enggak akan ganti apa pun,” tambahnya.

Hanung Bramantyo secara tegas mewanti-wanti Manoj Punjabi sejak awal bahwa dia tidak akan mengikuti pakem visual MD Pictures yang biasanya megah (larger than life).

Hanung bersikeras menjaga ruh neorealisme asli film Iran tanpa polesan dramatis yang bermakinan, meski hal itu amat kontras bersama selera produser biasanya.

“Saya bilang sama Pak Manoj, ‘Saya enggak mau ya film Children of Heaven ini dibentuk seolah-olah sebagaimana film yang bentuknya amat formengawalist. Enggak dapat, ini beda banget lho, beda dari taste-nya Pak Manoj biasanya’,” ungkap Hanung.

Baginya, mengubah gaya MD yang identik bersama film sinematik menjadi amat realis merupakan tantangan besar.

“MD kesejumlahan menciptakan film yang amat bentuk, dar-der-dor, bagaikan film India. Sementara film Iran itu pahamnya realisme. Bagaimana gaya yang terbiasa sinematik itu di-tweak, itu telah kayak pindah agama kan,” tuturnya.

Berbeda bersama versi Iran yang sunyi dan puitis, Hanung memasukkan unsur komedi melalui para komika bagaikan Acho, Dodit, dan Oki Rengga.

Hal ini dilakukan lantaran dia memahami karakter penonton Indonesia yang terbiasa bersama tradisi seni pertunjukan bagaikan Lenong atau Ketoprak.

“Tradisi pertunjukan kita senantiasa mengedepankan tiga hal, yakni cerita bagus, menyentuh, dan lucu. Orang Iran barangkali hidupnya serius sekali, sementara kita, lapar saja masih dapat ketawa. Makanya kita masukkan unsur kelucuan ini dari para komika agar film ini terasa komplet buat penonton kita,” beber Hanung.

Komitmen Syuting Sehat dan Insiden di Set

Aspek kesejahteraan aktor anak menjadi prioritas Hanung saat proses syuting. Dia menerapkan jam kerja yang sehat dan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemeran utama tidak kelelahan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *