Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program bersama dukungan anggaran terbesar dalam APBN 2027. Di saat yang sama, anggaran subsidi energi justru dipangkas.

Kontras tersebut terlihat dalam APBN 2027 yang telah disahkan menjadi Undang-Undang oleh DPR pada 29 September 2026. Total belanja negara ditetapkan mencapai Rp4.106,26 triliun, bersama pendapatan negara Rp3.435,10 triliun dan pembiayaan anggaran Rp671,2 triliun.

Di bawah Menteri Keuangan Suahasil Nazara, pihak pemerintah merancang APBN 2027 bersama defisit 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah menyebut kebijakan fiskal tetap ekspansif, namun diarahkan demi menjaga kredibilitas dan keberlanjutan fiskal.

Salah satu pos yang mencolok merupakan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN). Untuk 2027, BGN memperoleh alokasi Rp240,2 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp232,8 triliun dialokasikan demi program pemenuhan gizi nasional yang menjadi basis pelaksanaan MBG. Sementara Rp7,32 triliun digunakan demi dukungan manajemen BGN.

Anggaran program pemenuhan gizi nasional tersebut setara sekitar 5,7% dari total belanja negara APBN 2027.

Dari Rp232,8 triliun demi pemenuhan gizi, sekitar Rp198,9 triliun dialokasikan demi penyediaan dan penyaluran MBG untuk anak sekolah. Sementara Rp33,5 triliun dialokasikan demi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Targetnya tidak kecil. BGN menargetkan program tersebut menjangkau sekitar 72,4 juta penerima manfaat pada 2027, terdiri dari 60,5 juta anak sekolah dan 11,8 juta kelompok 3B.

Dengan demikian, MBG menjadi salah satu program yang menyerap anggaran amat besar dalam APBN 2027, bahkan menciptakan BGN menjadi keaparatur negara kementerianan/lembaga bersama alokasi anggaran terbesar.

Di sisi lain, pihak pemerintah dan DPR menyepakati anggaran subsidi energi 2027 sebesar Rp261,5 triliun.

Angka tersebut turun Rp11,44 triliun dibandingkan alokasi semasih belumnya sebesar Rp272,94 triliun. Artinya, anggaran subsidi energi dipangkas sekitar 4,2%.

Pemangkasan terutama terjadi pada subsidi BBM dan LPG 3 kilogram.

Untuk subsidi BBM dan LPG 3 kg, anggaran ditetapkan sebesar Rp131,39 triliun, turun dari semasih belumnya Rp143,84 triliun.

Sementara subsidi listrik tetap dipatok Rp130,11 triliun. Dengan demikian, total subsidi energi menjadi Rp261,5 triliun.

Jika dibandingkan langsung, anggaran subsidi energi memang masih makin besar sekitar Rp28,7 triliun dibandingkan anggaran pemenuhan gizi nasional/MBG.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *