MediaMerdeka.com – Pengacara Hotman Paris Hutapea kembali melontarkan kritik keras terhadap pengawasan di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur.
Kali ini, Hotman menduga terpidana kasus pencemaran nama baik, Razman Arif Nasution, bebas memegang dan memakai ponsel di dalam sel tahanan.
Dugaan ini muncul setelah orang-orang terdekat Razman dilaporkan masih menyambut baik pesan singkat dari yang bersangkutan.
Padahal, advokat berdarah Batak tersebut baru saja dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara ke Lapas Cipinang pada Selasa (25/6/2026) demi menjalani hukuman satu tahun enam bulan penjara atas kasus pencemaran nama baik terhadap Hotman Paris.
Hotman mendesak Kalapas Kelas I Cipinang dalam waktu dekat menjalankan pemeriksaan fisik secara menyeluruh ke kamar tahanan Razman demi mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut.
“Orang-orang terdekat dari Razman dapat memperoleh pesan-pesan WhatsApp dari dalam, dari dalam lapas. Coba dicek handphone apa yang dipakai oleh Razman di tahanan,” kata Hotman Paris dalam unggahan Instagram-nya, Minggu (28/6/2026).
Ia menilai penggunaan alat komunikasi di dalam sel merupakan pelanggaran aturan pemasyarakat sekitaran.
Hotman mengimbau pihak lapas bersikap tegas dan memeriksa kamar khusus yang ditempati oleh rival hukumnya tersebut.
“Bapak Kalapas coba dicek handphone apa yang dipakai oleh Razman di ruang tahanan, di ruangan yang benar-benar khusus, ya… coba dicek, ya,” desak Hotman Paris.
Selain itu, semasih belumnya, Hotman Paris juga mempermasalahkan sel yang ditempati sang rival.
Hotman menyebut Razman diberikan fasilitas istimewa berupa kamar sel bersama kasur dan melewati Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) selama minimal dua minggu secara bersama-sama di dalam satu sel komunal tanpa fasilitas kasur.
Alasan yang diberikan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakat sekitaran juga menciptakan Hotman naik darah, yakni lantaran bobot tubuh Razman yang mencapai 170 kilogram.
“Alasan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakat sekitaran dan juga Kepala Lapas Cipinang Kelas 1 merupakan katanya lantaran Razman badannya gendut, 170 kilogram, berakibat dikhawatirkan tidak kuat turun naik tangga,” tutur Hotman.
“Benar-benar itu alasan yang kayaknya sih dibuat-buat. Karena apa? Sudah puluhan tahun selama kariernya, Razman itu badannya gendut. Waktu dia berkali-kali bikin video atau ikut di TV yang mengejek-ejek Presiden Prabowo, juga badannya dalam keadaan gendut. Juga pada waktu dia teriak-teriak sama hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara… juga badannya gendut,” imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

