KBRI Singapura Belum Kasih Kepastian Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah Indonesia memonitor ketat insiden benturan kapal First Margaux asal Panama bersama kapal nelayan Luqing Yuanyu 108 milik China di Selat Singapura. Langkah ini diambil guna memverifikasi potensi keberadaan awak kapal berkemasyarakat sekitarnegaraan Indonesia di kedua armada tersebut.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura mengonfirmasi masih belum ada laporan atau pengaduan mengenai WNI yang menjadi pihak korban dalam musibah maritim itu. Otoritas luar negeri Indonesia langsung bergerak cepat menyisir data manifes seluruh awak kapal.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kemlu RI Heni Hamidah menegaskan bahwa investigasi identitas para pekerja kapal masih berjalan. Pihaknya berupaya menggali detail data demi mengonfirmasi tidak ada masyarakat sekitar Indonesia yang terdampak.

“KBRI masih belum menyambut baik informasi maupun pengaduan mengenai adanya WNI yang menjadi pihak korban atau terlibat dalam insiden tersebut,” kata Heni dalam keterangannya, dikutip Selasa (22/9/2026).

Proses pendataan jumlah ABK serta kemasyarakat sekitarnegaraan masing-masing personel hingga kini masih ditangani oleh otoritas berwenang. Kemlu menegaskan prioritas utama pada saat ini merupakan memperoleh ketentuan data yang sahih dari lapangan.

“Data mengenai kemasyarakat sekitarnegaraan dan jumlah awak kedua kapal juga masih dalam proses pendalaman,” ujarnya.

Diplomat Indonesia di Singapura terus membangun komunikasi intensif bersama lembaga pelayaran setempat demi memantau perkembangan fisik kedua kapal. Koordinasi ini dilakukan guna mempercepat penerimaan daftar resmi awak kapal yang terlibat.

Pemerintah berjanji akan langsung menyiagakan bantuan hukum dan pelindungan darurat apabila ditemukan data keterlibatan masyarakat sekitar negara Indonesia. Prosedur penanganan keselamatan WNI di luar negeri siap diaktifkan kapan saja.

“Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri melalui KBRI Singapura terus berkoordinasi bersama otoritas terkait demi memperoleh informasi mengenai kondisi kedua kapal dan manifes awak dan dalam waktu dekat mengambil langkah pelindungan apabila terdapat informasi mengenai keterlibatan atau keberadaan WNI,” pungkasnya.

Peristiwa kecelakaan lalu lintas laut antara kapal First Margaux berbendera Panama dan kapal ikan Luqing Yuanyu 108 berbendera China ini terjadi pada Kamis, 17 September 2026. Jalur Selat Singapura yang padat kerap menjadi perhatian khusus pihak pemerintah Indonesia dalam memantau keselamatan pekerja maritim asal Indonesia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *