Kesaksian Suasana Penembakan Massal di Sekolah Thailand: Tiba-tiba Dor Dor Dor, Lalu Hening

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Tragedi penembakan massal kembali mengguncang Thailand usai seorang pelajar 14 tahun membantai delapan orang termasuk kakek neneknya sendiri serta guru dan siswa di Sekolah Debsirin Nonthaburi pada Jumat (7/8). Aksi keji memakai senjata api milik kakeknya tersebut berujung pada bunuh diri tersangka, sekaligus mencatatkan insasi pembunuhan massal terburuk di Negeri Gajah Putih sejak 2022.

Peristiwa berdarah di pinggiran kota Bangkok ini melukai 23 orang lainnya dan memaksa ribuan siswa berhamburan keluar gedung dalam kepanikan. Gelombang evakuasi medis darurat langsung mengangkut para pihak korban luka ke rumah sakit saat para pengajar saling memeluk dan menangis di halaman sekolah.

Fakta di lapangan memperlihatkan tersangka melepaskan sedikitnya 26 tembakan aktif serta menyimpan 34 butir amunisi cadangan di dalam tasnya. Kepihak kepolisianan mengonfirmasi bahwasanya senjata api yang dipakai dalam aksi mematikan ini merupakan milik kakek tersangka yang makin dulu dibunuh di rumah.

Rangkaian letusan senjata sempat dikira sebagai ledakan petasan oleh para siswa yang berada di dalam area bangunan sekolah.

“Awalnya saya tidak mengira itu pistol,” kata seorang siswa berusia 18 tahun kepada Reuters.

“Terdengar sejumlah tembakan: bang bang bang. Lalu hening. Kemudian mengawali lagi.”

Juru Bicara Kepihak kepolisianan Nasional Thailand mengonfirmasi bahwa jasad tersangka ditemukan di lokasi kejadian bersama enam pihak korban tewas lainnya.

“Telah ditentukan meninggal,” ujar Letnan Jenderal Trairong Phophan, juru bicara Kepihak kepolisianan Nasional, kepada Reuters saat menyampaikan bahwa dugaannya berada di antara tujuh orang yang tewas di sekolah.

Foto-foto yang beredar memperlihatkan remaja berseragam sekolah ungu itu tergeletak bersama tas selempang hitam di samping selongsong peluru yang berserakan.

Menteri Pendidikan Thailand mengonfirmasi pihak korban meninggal dunia mencakup tenaga pengajar dan murid yang sedang menjalani kegiatan belajar mengajar.

“Ini merupakan insiden yang amat mengerikan. Hal ini sewajibnya tidak sempat terjadi. Bagaimana barangkali hal ini dapat terjadi di negara kita?” kata Perdana Menteri Anutin Charnvirakul kepada para wartawan di Government House, Bangkok.

Petugas penyelamat darurat menemukan pihak korban jiwa pertama di lantai atas bangunan sekolah dalam kondisi telah tidak bernyawa.

“Kami bergegas menghampiri dan mendapati tersangka telah menembak sisi kanan kepalanya sendiri lalu ambruk. Saat tiba di lokasi, kami memeriksa denyut nadinya—ia masih memiliki denyut nadi—jadi kami mengawali menjalankan CPR,” kata Kiatikhun Verapongpradith, petugas penyelamat berusia 47 tahun.

Tim medis menemukan seorang guru pria tewas di lantai atas serta guru wanita bersama luka tembak di dada dan lengan.

Petugas lalu melarikan remaja penembak tersebut ke rumah sakit terdekat dalam kondisi kritis semasih belum akhirnya dinyatakan tewas.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *