MediaMerdeka.com – Kerja sama strategis resmi terjalin antara Wahyu Agung Group bersama sejumlah korporasi asal China dalam upaya mempercepat pertumbuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia.
Owner Wahyu Agung Group, Junianto, terbang langsung ke Negeri Tirai Bambu demi proses kesepakatan dan penandatanganan kerjaasama tersebut, Jumat (15/5/2026) waktu setempat.
Kerja sama itu berkat inisiasi Kemenko Perekonomian Airlangga Hartarto yang dihadiri langsung Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon beserta jajaran, serta dan dari pihak pemerintah China merupakan jajaran Keaparatur negara kementerianan Perdagangan China dan pemerintan Kota Fuzhao, Provinsi Fujian.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting demi memperkuat investasi, memperluas jaringan industri, serta membuka peluang ekonomi baru di berbagai sektor strategis,” kata Junianto, Sabtu (16/5/2026).
Junianto memaparkan, pihak pemerintah China semasih belumnya menyetujui investasi pada kwartal kedua pada tahun ini sebesar Rp 8 triliun. Investasi itu digelontorkan demi penempatan di KEK Batang, Jawa Tengah, Tanjung Lesung, Bintan dan sebagainya.
Selain itu, pihak pemerintah China juga menunjuk sembilan investor terkemuka yang siap berinvestasi. Mulai dari otomotif, elektronik, healtycare, shipyard.
“Juga ada sembilan korporasi indonesia yang melalui tahap seleksi dan mempunyai kapabilitas di kolaborasikan demi menolong percepatan kemajuan ekonomi, salah satunya Wahyu Agung Group,” jelas dia.
Dia mengimbuhkan, sinergi bersama korporasi-korporasi China menjadi momentum penting demi meningkatkan daya saing KEK di tengah persaingan investasi global.
Selain mengangkut modal investasi, kerja sama ini juga diharapkan menghadirkan transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja baru untuk masyarakat sekitar sekitar kawasan.
Junianto juga mengimbuhkan, bersama hadirnya kolaborasi internasional ini, pengembangan KEK diharapkan dapat berjalan makin cepat dan menyerahkan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Selain meningkatkan aktivitas industri dan perdagangan, kerja sama tersebut juga diyakini mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat investasi di kawasan Asia Tenggara,” paparnya. (**)
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini



