Tribute to Erros Djarot Jadi Momen Spesial di Java Jazz Festival 2026, Penonton Diajak Bernostalgia

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Sesi tribute demi Erros Djarot menjadi salah satu momen spesial di hari kedua myBCA International Java Jazz Festival 2026 yang berlangsung di NICE PIK 2 pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Sejumlah musisi lintas generasi, mengawali dari Once hingga Monita Tahalea, mengangkutkan lagu-lagu karya sang seniman legendaris dalam pertunjukan bertajuk Tribute to Erros Djarot.

Penampilan tersebut dipandu oleh Dwiki Darmawan bersama sejumlah musisi lainnya.

Semasih belum pertunjukan dimengawali, Founder Java Jazz, Peter F. Gontha, menyampaikan apresiasinya kepada Erros Djarot yang juga merupakan sahabat lamanya.

“Musik tidak mengrbak agama, suku, dan batas negara. Hanya lewat musik kita dapat menyaksikan keindahan. Kalau mau Indonesia maju, kita wajib mengharagai musik kata Erros,” kata Peter Gontha.

Peter lalu mengundang Erros Djarot naik ke atas panggung. Kehadiran pencipta lagu tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari penonton.

“Sepengalaman saya musik merupakan bahasa universal yang menyatukan, bila malam ini kita di sini itu lantaran sahabat saya, Peter Gontha,” tutur Erros.

Dira Sugandi menjadi penampil pertama lewat lagu Serasa yang dibawakan bersama aransemen baru dari Dwiki Darmawan.

Setelah itu, Once tampil mengangkutkan Angin Malam dan sukses mengajak penonton bernyanyi bersama.

Andre Hehanusa lalu melanjutkan suasana nostalgia melalui lagu Merpati Putih. Sementara itu, Monita Tahalea berkolaborasi bersama Balawan mengangkutkan Cinta dan Hening.

Aksi Balawan memainkan gitar double neck turut mencuri perhatian penonton.

Selain lagu-lagu tersebut, sejumlah karya Erros Djarot lainnya bagaikan Rindu, Malam Pertama, dan Selamat Jalan Kekasih juga turut dibawakan sepanjang sesi tribut.

Pertunjukan ditutup oleh Once lewat lagu Pelangi. Di akhir penampilan, seluruh musisi kembali naik ke atas panggung bersama Erros Djarot yang menyampaikan rasa terima kasih kepada para penampil dan penonton yang hadir.

Momen itu sekaligus menjadi penutup hangat yang mengangkut penonton mengenang karya-karya Erros Djarot yang tetap hidup lintas generasi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *