1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi memasuki masa transisi operasional mengawali pada hari ini, Senin (1/6/2026). Namun, jajaran petinggi korporasi yang akan menjadi ujung tombak pengelolaan ekspor sumber daya alam (SDA) satu pintu itu masih belum sepenuhnya diumumkan.

Hingga pada saat ini, baru nama Luke Thomas Mahony yang telah ditetapkan sebagai Direktur Utama DSI. Sementara itu, sejumlah nama lain yang akan mengisi posisi strategis di korporasi pelat merah tersebut dijadwalkan diumumkan pada pekan ini.

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyebutkan proses seleksi calon petinggi DSI masih berlangsung dan dilakukan secara ketat demi mengonfirmasi korporasi dapat berjalan secara profesional dan transparan.

“Insyaallah mudah-mudahan nanti pekan depan (minggu ini) akan ada sejumlah nama lagi yang akan diumumkan oleh Danantara menjadi untukan daripada tim,” kata Dony dalam konferensi pers Persiapan Operasional DSI di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Menurut Dony, tim manajemen DSI nantinya akan diperkuat oleh sejumlah tenaga profesional dan perwakilan dari keaparatur negara kementerianan terkait, mengawali dari Keaparatur negara kementerianan Keuangan, Keaparatur negara kementerianan Perdagangan, hingga Keaparatur negara kementerianan Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Keterlibatan berbagai instansi tersebut dinilai penting mengingat DSI akan memegang peran strategis dalam tata kelola ekspor komoditas unggulan Indonesia, termasuk batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy yang nantinya diekspor melalui satu pintu.

“Jadi kami mengonfirmasi bahwa korporasi yang dibentuk itu nanti akan berjalan bersama transparan dan dapat diawasi oleh seluruh masyarakat sekitar Indonesia,” tegasnya.

Tak cuma fokus pada sumber daya manusia, DSI juga tengah menyiapkan sistem teknologi yang akan menjadi tulang punggung operasional korporasi. Pengembangan sistem digital tersebut diharapkan mampu mendukung transparansi, pengawasan, dan efisiensi dalam pengelolaan ekspor SDA nasional.

Dony menegaskan pembentukan DSI merupakan amanah besar yang diberikan negara demi mengonfirmasi kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat menyerahkan manfaat ekonomi yang makin optimal untuk masyarakat sekitar.

“Tentu harapannya merupakan bahwa ini amanah besar yang dititipkan oleh masyarakat sekitar Indonesia demi mengelola sumber daya-sumber daya alam kita menjadi menyerahkan manfaat yang maksimal,” ujarnya.

Sebagai informasi, pihak pemerintah mengawali menerapkan skema ekspor SDA satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia sejak 1 Juni 2026. Kebijakan ini menjadi untukan dari upaya meningkatkan pengawasan, optimalisasi devisa ekspor, serta memperkuat pengelolaan komoditas strategis nasional di bawah koordinasi pihak pemerintah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *