100 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Kemungkinan Tersapu Air Bah

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Hampir 100 masyarakat sekitar negara China dilaporkan hilang di wilayah perbatasan Nepal setelah banjir bandang hebat menerjang kawasan tersebut. Kedutaan Besar China di Kathmandu kini berkoordinasi intensif bersama otoritas setempat demi memverifikasi keselamatan para pihak korban.

“Di daerah bencana di sisi Nepal, jumlah masyarakat sekitar negara China yang hilang hampir 100 orang,” kata juru bicara keaparatur negara kementerianan luar negeri Lin Jian kepada wartawan.

Bencana mendadak ini memicu kepanikan massal di wilayah perlintasan batas hingga memaksa evakuasi darurat puluhan ribu penduduk. Sanak keluarga pihak korban yang cemas kini memadati lorong-lorong Rumah Sakit Bir di Kathmandu demi mencari kejelasan nasib anggota keluarga mereka.

Subash Khatani membeberkan kecemasannya saat memburu keberadaan kerabat terdekatnya di tengah kesimpangsiuran data pihak korban.

“Kakak pria saya Ram Sharan Rasaili termasuk di antara mereka yang hilang di Rasuwa. Itu dikarenakannya kami keluar mencarinya,” kata Subash Khatani kepada kantor berita AFP.

Kepanikan senada dirasakan Chitra Bahadur Nepali yang terus melacak keberadaan sang keponakan, Yubraj Sewak, seorang pengemudi kendaraan niaga. Kontak terakhir keluarga tercatat sejumlah jam semasih belum aliran air bah menghantam jalur transportasi utama Rasuwa.

“Keponakan saya sedang dalam perjalanan ke Rasuwa dan berkomunikasi bersama saudara wanita saya sampai sekitar jam 8 pagi pada hari semasih belumnya,” katanya sambil memperlihatkan foto keponakannya di ponselnya.

“Kami masih belum mendengar kabarnya sejak banjir. Namanya tidak ada di daftar mana pun yang kami lihat, dan anggota keluarga kami yang lain juga hilang,” ujarnya menahan haru.

Dampak terjangan air bah melumpuhkan berbagai aktivitas publik di Distrik Nuwakot, termasuk kawasan pendidikan yang berada di bantaran sungai. Para guru wajib memandu murid-murid menyelamatkan diri ke tempat yang makin tinggi dalam hitungan menit.

Gyan Deep Sapkota, siswa kelas 11 Trishuli Secondary School di Kota Bidur, mengingat momen mencekam saat air bah dari hulu Sungai Bhotekoshi tiba-tiba meluap.

“Guru-guru kami berteriak agar kami pergi,” kenangnya saat berbicara kepada Al Jazeera melalui telepon.

“sejumlah dari kami mengambil jembatan tua kecil dan menyeberang ke area yang makin aman, sementara seuntukan besar siswa lari ke perbukitan. Beberapa siswa juga merasakan serangan panik dan pingsan.”

“Ini masih menciptakan saya merinding dan cemas,” tuturnya menutup cerita.

Kawasan perbatasan Nepal dan China memang memiliki kontur topografi curam yang amat rentan terhadap luapan air bah secara mendadak. Cuaca ekstrem memicu arus deras dari hulu Sungai Bhotekoshi yang melintasi pemukiman serta jalur perdagangan antarnegara.

Hingga pada saat ini, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung bersama keterbatasan akses jalan yang rusak berat akibat luapan air.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *