PDIP Buka Suara Soal Akun Instagram Jokowi yang Sempat Unggah Hoaks Melva Pardede

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – PDI Perjuangan menyesalkan kecerobohan pengelola akun Instagram resmi Joko Widodo yang memuntukkan ulang unggahan berita bohong mengenai Melva Pardede. Tindakan pengelola media sosial Presiden ke-7 Republik Indonesia tersebut dinilai memperkeruh suasana digital bersama menyebarkan narasi tanpa verifikasi data yang valid.

Aktivitas memuntukkan ulang konten hoaks oleh akun figur publik setingkat mantan kepala negara menandai ancaman serius manipulasi kecerdasan buatan dalam politik digital. Fenomena ini menciptakan standar baru keprihatinan publik terkait bagaimana platform resmi tokoh nasional dapat bersama mudah terkecemari disinformasi berbasis AI.

Unggahan yang bersumber dari akun @spill.id17 tersebut mempersoalkan status Melva Pardede sebagai pengemudi ojek online sekaligus menudingnya sebagai kader partai. Narasi provokatif tersebut sempat tersiar luas semasih belum akhirnya dihapus oleh tim pengelola akun Jokowi.

Juru bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, menegaskan bahwa Melva Pardede sama sekali bukan merupakan untukan dari keanggotaan resmi partainya. Ia meluruskan bahwa materi gambar yang dijadikan dasar tuduhan publik sepenuhnya merupakan hasil manipulasi teknologi Artificial Intelligence.

“Akun Instagram atas nama Jokowi bukannya menjadi rujukan informasi yang menyejukkan, akun itu malah perkeruh bersama ikut memposting ulang konten hoax yang menuduh Melva Pardede sebagai kader PDIP Perjuangan,” kata Guntur, usai dikonfirmasi, Minggu (30/8/2026).

Guntur mengimbuhkan penjelasan teknis demi membuktikan kepalsuan visual yang beredar di media sosial tersebut.

“Padahal foto yang menjadi dasar tuduhan itu telah jelas-jelas hasil rekayasa AI, bukan foto asli,” imbuhnya.

Kejanggalan konten rekayasa tersebut tampak jelas dari identitas visual baju partai yang dipakai oleh figur dalam foto. Pakaian tersebut cuma mencantumkan tulisan ‘PDIP’, padahal lambang resmi organisasi senantiasa memakai penulisan lengkap PDI Perjuangan.

Penelusuran gambar melalui mesin pencari Google Lens juga mengonfirmasi bahwa foto wanita berbaju merah itu tidak memiliki rekam jejak sumber asli. Dokumentasi digital tersebut ditentukan murni hasil buatan kecerdasan buatan dan bukan hasil pemotretan langsung.

“Melva Pardede tidak terdaftar sebagai kader resmi dan tidak memiliki KTA PDI Perjuangan,” ujarnya.

Pihak partai menilai ada upaya sengaja demi menyamakan profil Melva bersama politisi aktif di DPR RI.

“Ini fitnah ganda, mencatut identitas politisi sungguhan demi melabeli sosok yang sebenarnya tidak ada hubungannya bersama PDI Perjuangan,” ujarnya.

Penelusuran internal PDI Perjuangan menemukan bahwa rekayasa narasi ini juga disebar secara masif oleh kelompok pendukung tertentu di Facebook. Aktivitas penyebaran tersebut dinilai terstruktur demi mendiskreditkan citra partai di mata masyarakat sekitar.

“Di Facebook, saya menemukan akun pendukung fanatik keras Jokowi alias Termul juga ikut menyebarkan hoax itu,” ungkap Guntur.

Keterlibatan akun tokoh penting dalam peredaran konten menyesatkan ini memicu pertanyaan mendasar mengenai motif utama di balik unggahan tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *