Botok Ungkap Alasan Tarik Massa AMPB dari DPR: Tak Mau Dibenturkan dan Ditangkap Polisi

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok mengungkap alasan pihaknya menarik mundur massa dari depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Supriyono menyebutkan keputusan tersebut diambil lantaran situasi di sekitar lokasi aksi telah tidak kondusif. Ia juga menegaskan AMPB tidak ingin massa Pati dibenturkan bersama pihak lain hingga memicu kerusuhan.

Hal itu disampaikan Supriyono melalui unggahan di Facebook setelah rombongan AMPB meninggalkan lokasi aksi.

“Mohon Maaf Kami Terpaksa Manarik Mundur Massa PATI Dari Depan Gedung DPR RI lantaran situasi tidak kondusif,” tulisnya, bagaikan dilihat MediaMerdeka.com , Kamis [27/8/2026].

Menurut Supriyono, keputusan tersebut sesuai bersama komitmen awal AMPB yang datang ke Jakarta demi menyampaikan aspirasi secara damai.

“Sesuai komitmen awal AMPB Datang ke jakarta Tidak Ada niatan demi MEMBUAT KERUSUHAN TAPI Kami datang ke jakarta mengawal Aspirasi rakyat indonesia bersama cara damai santun dan sopan,” tulisnya.

Supriyono menyebut pihaknya tidak ingin massa AMPB terlibat benturan bersama pihak lain yang disebutnya sebagai massa bayaran.

“kami tidak mau di benturkan bersama Massa bayaran yg memicu jakarta Menjadi CAOS,” tulisnya.

Ia khawatir benturan tersebut justru menciptakan nama Pati dan AMPB tercoreng. Selain itu, Supriyono menyebut terdapat risiko massa dari Pati ditangkap pihak kepolisian apabila kericuhan terjadi.

“Sehingga Nama Pati / AMPB Menjadi Rusak Dan Berpotensi Besar kawan2 dari pati termasuk saya di tangkap pihak kepolisian,” tulisnya.

Supriyono juga menyampaikan terima kasih kepada para pengemudi ojek online (ojol), masyarakat sekitar Jabodetabek, dan masyarakat sekitar Indonesia yang telah menyerahkan dukungan selama aksi AMPB.

“Terimakasih sejumlah atas dukunganya kebaikan Abang Ojol , masyarakat sekitar jabodetabek dan seluruh masyarakat sekitar indonesia,” tulisnya.

Di akhir unggahannya, Supriyono kembali menyampaikan permintaan maaf apabila terdapat perkataan atau perbuatan massa AMPB yang kurang berkenan selama berada di Jakarta.

“Mohon Maaf bila ada perbuatan perkataan kami yang kurang berkenan saat kami tinggal di jakarta,” tulisnya.

Keputusan AMPB meninggalkan lokasi aksi semasih belumnya menuai kekecewaan dari sejumlah relawan ojol. Mereka menilai rombongan Pati pergi setelah audiensi bersama pimpinan DPR RI tanpa termakin dahulu berkoordinasi bersama para relawan yang telah menolong selama berada di Jakarta.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *