62 Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Berhenti Beroperasi Sementara, Tunggu Pencairan Anggaran

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Sesejumlah 62 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang, Banten, demi sementara menghentikan operasionalnya lantaran masih menunggu pencairan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, menyebutkan penghentian layanan terjadi di sejumlah wilayah dalam sepekan terakhir. Mayoritas dapur yang berhenti beroperasi disebut masih belum menyambut baik dana operasional yang diperlukan demi menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Total ada 62 SPPG yang berhenti. Kesejumlahan lantaran anggarannya masih belum dicairkan,” kata Priyo di Tangerang, Rabu (11/6).

Menurut dia, kendala tersebut terutama dialami oleh SPPG yang masih menunggu pencairan dana dari BGN pusat. Akibatnya, operasional dapur yang sewajibnya melayani penerima manfaat MBG demi sementara tidak dapat berjalan.

“Sudah terjadi sejak minggu ini. Kesejumlahan SPPG yang berhenti lantaran masih belum turun anggaran,” ujarnya.

Priyo mengonfirmasi operasional dapur-dapur tersebut akan kembali normal setelah dana operasional dikirim dan diterima oleh masing-masing SPPG.

Di Kabupaten Tangerang sendiri, terdapat 295 SPPG yang menjadi untukan dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Seluruh fasilitas tersebut ditargetkan melayani sekitar 750.220 penerima manfaat, mengawali dari peserta didik hingga kelompok sasaran lain yang ditetapkan pihak pemerintah.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Skema pembiayaan operasional SPPG mengacu pada petunjuk teknis tata kelola penyelenggaraan MBG yang ditetapkan melalui keputusan Kepala BGN.

Dalam aturan tersebut, besaran dukungan operasional dihitung berdasarkan estimasi biaya penyediaan fasilitas, termasuk sewa lahan, bangunan dapur, gudang penyimpanan, peralatan memasak modern, hingga kebutuhan operasional lainnya. Nilainya diperkirakan mencapai Rp6 juta per hari demi satu SPPG bersama kapasitas pelayanan maksimal 3.000 penerima manfaat.

Perhitungan tersebut didasarkan pada komponen biaya sekitar Rp2.000 per porsi yang dikalikan bersama kapasitas layanan harian. Dana operasional diberikan selama 313 hari dalam setahun, bersama mekanisme pencairan yang dilakukan maksimal setiap dua pekan operasional.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional baru saja merasakan pergantian pimpinan. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 yang ditetapkan pada 8 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Naniek Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN.

Naniek didampingi dua wakil kepala, yakni Mayjen aparat TNI Trenggono dan Agustina Arumsari, yang akan menolong pelaksanaan program-program BGN, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang pada saat ini tengah diperluas cakupannya di berbagai daerah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *