Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – PT Lintasarta mengaku bakal terus menjalankan investasi di bidang teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia meskipun nilai tukar Rupiah melemah ke Dolar AS sejumlah waktu belakangan.

President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan bercerita bila pihaknya telah menjalankan investasi berupa GPU Nvidia sejak 2025 lalu, yang mana komponen ini juga menjadi tantangan di industri AI.

Namun demi setelah itu, Armand mengakui bila Lintasarta tidak akan langsung investasi besar tanpa perhitungan matang. Sebab mereka cuma akan menyediakan layanan yang dibutuhkan pengguna.

“Jadi bersama investasi yang telah dilakukan di 2025, dan kita juga masih punya kapasitas yang kita dapat offer ke pelanggan, kita juga tetap aktif menjalankan sharing infrastructure bila ada yang membutuhkan,” katanya dalam Media Gathering di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Ia menilai fenomena rupiah lemah masih belum tentu menciptakan pelanggan Lintasarta menghentikan belanja teknologi demi kebutuhan bisnis. Tapi tak menutup kebarangkalian bahwa mereka perlu menyesuaikan cakupan proyek bisnis.

Armand lalu mengonfirmasi investasi berbasis teknologi AI tetap dilanjutkan sesuai kebutuhan pelanggan, industri, maupun regulasi.

“Investasinya akan kita lakukan bersama hati-hati dan berhubungan bersama kebutuhan pelanggan, kebutuhan industri, dan juga kebutuhan regulasi,” jelas Armand.

Demi memenuhi kebutuhan pelanggan di Indonesia, Lintasarta memperkenalkan layanan Intelligent Core. Ini merupakan strategic foundation yang mengintegrasikan empat kapabilitas utama yang dimiliki Lintasarta yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (yang biasa disebut 4C capability) dalam satu end-to-end digital solution yang dapat secara signifikan meningkatkan Customer Experience (CX).

Armand menyebut, fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama yakni Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui one end-to-end solution unifying the 4Cs, serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital untuk pelanggan (CX) yang terintegrasi, andal, dan efisien.

“Di era AI, korporasi membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata. Melalui Intelligent Core ini, kami menolong pelanggan mengintegrasikan infrastruktur digital dan AI dalam satu Solusi Digital yang aman, andal dan saling terhubung, berakibat pelanggan dapat makin fokus pada inovasi, pertumbuhan, dan daya saing bisnis,” ungkapnya.

Lintasarta menghadirkan berbagai solusi yang disesuaikan bersama kebutuhan industri meliputi Secure Banking Stack demi sektor keuangan, Sovereign Government Stack demi sektor pihak pemerintahan, Smart Factory Stack demi manufaktur, Connected Healthcare demi layanan kesehatan, serta Omnichannel Retail demi sektor ritel.

Setiap solusi dirancang demi menolong organisasi mempercepat transformasi digital dan AI, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keandalan dan keamanan, serta menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan.

Adapun pada saat ini Lintasarta melayani makin dari 2.300 pelanggan korporasi bersama 74.196 jaringan di berbagai sektor industri di seluruh Indonesia, basis yang menjadikan integrasi 4C dalam satu arsitektur digital sebagai keunggulan nyata, bukan sekadar konsep.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *