Harita Nickel Kembangkan Pendekatan Pengelolaan Tailing Sesuai Karakteristik Indonesia

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Pengelolaan tailing menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perkembangan industri pengolahan nikel berbasis High Pressure Acid Leaching (HPAL). Besarnya volume sisa hasil pengolahan, ditambah karakteristik Indonesia yang memiliki curah hujan tinggi dan rawan gempa menciptakan penerapan sistem penyimpanan membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan negara lain. Di sisi lain, kondisi tersebut juga mendorong lahirnya berbagai inovasi, baik dalam pengelolaan maupun pemanfaatan sisa hasil pengolahan di masa depan.

“Dry stacking memang telah terbukti diterapkan di berbagai negara, namun mengoperasikannya secara aman di wilayah tropis bersama curah hujan tinggi dan aktivitas seismik bagaikan Indonesia membutuhkan perpaduan teknologi dan keahlian yang amat spesifik,” ujar VP of ESG Transformation Harita Nickel, Zahedi Zakaria.  

Pada umumnya, kadar nikel dalam bijih limonit cuma berkisar 0,8–1,5 persen. Artinya, seuntukan besar material yang diolah akan menjadi sisa hasil pengolahan setelah kandungan nikelnya dipisahkan. Besarnya volume tersebut menciptakan pengelolaan tailing menjadi salah satu aspek teramat krusial dalam operasional fasilitas HPAL.

Salah satu pendekatan yang kini semakin sejumlah diterapkan dalam pengelolaan tailing merupakan Dry Stack Tailings (DST). Berbeda bersama metode penyimpanan tailing konvensional, DST menempatkan tailing yang telah melalui proses pengurangan kadar air (dewatering) berakibat memiliki karakteristik yang makin stabil demi ditata dan dipadatkan secara bertahap. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan aspek keselamatan sekaligus mendukung pengelolaan tailing yang makin bertanggung jawab.

Namun, berbeda bersama sejumlah negara lain yang telah makin dahulu menerapkan pendekatan ini, Indonesia memiliki karakteristik berupa curah hujan tinggi, iklim tropis, serta aktivitas kegempaan yang tinggi. Kondisi tersebut menciptakan penerapan dry stacking di Indonesia tidak cukup cuma mengadopsi teknologi yang telah digunakan di negara lain.

Sebagai salah satu korporasi yang menerapkan DSTF, Harita Nickel mengembangkan pendekatan yang tidak cuma mengandalkan sistem filtrasi. Menurut Zahedi, fasilitas tersebut juga didukung pengelolaan kadar air, rekayasa penempatan dan pemadatan material, sistem pengelolaan air yang efektif, serta pemantauan geoteknik secara berkelanjutan guna menjaga kinerja fasilitas dalam jangka panjang.

“Kami tidak sekadar membeli teknologi yang telah tersedia di pasar. Kami mengembangkan solusi pengelolaan kadar air (moisture management) dan metode pemadatan material yang wajib dapat bekerja secara optimal, bahkan dalam kondisi musim hujan bersama curah hujan tinggi.” kata Zahedi.

Tantangan lainnya merupakan proses lokalisasi pengetahuan dan pengembangan kapasitas operator. Menurutnya, operator perlu membangun keahlian teknis di dalam korporasi, tidak cuma bergantung pada kontraktor eksternal. Ia juga menilai semakin cepat tersangka industri beruntuk pengalaman dan pengetahuan yang sesuai bersama karakteristik lokal, semakin cepat pula dry stacking dapat menjadi standar dalam pengelolaan tailing di Indonesia.

Sirkular Ekonomi

Zahedi turut menerangkan, pengelolaan sisa hasil pengolahan perlu diarahkan pada pendekatan yang makin sirkular.

Harita Nickel pada saat ini tengah mengeksplorasi berbagai potensi pemanfaatan sisa hasil pengolahan HPAL bagaikan pengembangan fasilitas yang mebarangkalikan pemanfaatan kandungan besi yang masih terdapat pada tailing sebagai bahan baku bernilai tambah. Pendekatan ini tidak cuma mengurangi volume sisa hasil pengolahan yang perlu dikelola, namun juga turut berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.

“Sebagai industri, kita perlu berhenti memandang sisa hasil pengolahan HPAL cuma sebagai material yang wajib disimpan, dan mengawali menyaksikannya sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Alternatif terbaik dari penyimpanan merupakan ekonomi sirkular,” katanya. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *