MediaMerdeka.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memperkuat dukungannya terhadap Program 3 Juta Rumah melalui penyediaan pembiayaan yang menjangkau masyarakat sekitar sekaligus tersangka usaha di sektor perumahan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi BRI dalam Akad Massal Debitur KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta Kredit Program Perumahan (KPP) yang digelar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa sinergi antara pihak pemerintah, sektor perbankan, pengembang, dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam memperluas penyediaan rumah untuk masyarakat sekitar sekaligus mencerminkan semangat Indonesia Incorporated.
“Inilah yang kita maksud bersama Indonesia Incorporated: yang besar menolong yang kecil, dan yang kecil bekerja keras demi menjadi produktif. Kita sadar bahwa apa yang telah kita capai cukup membanggakan, namun kita juga sadar bahwa kebutuhannya masih amat besar,” kata Presiden Prabowo.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan bahwa BRI sebagai untukan dari Danantara terus memperkuat dukungannya terhadap Program 3 Juta Rumah melalui penyediaan pembiayaan yang menjangkau masyarakat sekitar maupun tersangka usaha di sektor perumahan.
“Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, BRI akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan perumahan melalui berbagai skema yang menjangkau masyarakat sekitar maupun tersangka usaha,” ujar Hery.
Peran BRI dalam mendukung sektor perumahan tidak cuma diwujudkan melalui pembiayaan untuk masyarakat sekitar sebagai pembeli rumah, namun juga melalui penguatan ekosistem perumahan dari hulu hingga hilir.
Selain menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada masyarakat sekitar berpenghasilan rendah, BRI juga menyediakan pembiayaan untuk para pengembang melalui Kredit Program Perumahan (KPP) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan guna mendukung pembangunan dan penyediaan hunian yang berkualitas. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas sektor perumahan sekaligus mempercepat penyediaan rumah layak untuk masyarakat sekitar.
“Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI memandang sektor perumahan sebagai salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi nasional lantaran memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai sektor usaha, mengawali dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, hingga penyerapan tenaga kerja. Oleh lantaran itu, BRI akan terus memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan guna mendukung terciptanya ekosistem perumahan yang sehat, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” imbuh Hery.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan bahwa penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2025 menjadi yang tertinggi sejak program tersebut diluncurkan pada 2010.
“Selama 15 tahun, sejak 2010 hingga 2025, capaian tertinggi baru terjadi pada masa pihak pemerintahan Bapak Presiden Prabowo. Semasih belumnya, pada 2023 penyaluran mencapai 228.000 unit. Pada 2025, di tahun pertama pihak pemerintahan Bapak Presiden, penyaluran rumah subsidi mencapai 278.000 unit, tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Maruarar.
Dalam pelaksanaan akad massal tersebut, sesejumlah 6.059 debitur BRI menjadi untukan dari sekitar 62.000 peserta Akad Massal Debitur KPR Sejahtera FLPP secara nasional. Pada kesempatan yang sama, BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur, yang terdiri atas pembiayaan sisi supply sebesar Rp308 miliar kepada 227 debitur dan sisi demand sebesar Rp572 miliar kepada 6.873 debitur.
Dukungan BRI terhadap Program 3 Juta Rumah juga tercermin dari penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP). Sejak Oktober 2025 hingga 28 Juli 2026, BRI telah menyalurkan KPP senilai Rp12,17 triliun kepada 87.055 penerima. Adapun pada periode Januari hingga 28 Juli 2026, realisasi penyaluran KPP mencapai Rp10,94 triliun kepada 78.520 penerima atau 91,18% dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.
Peran BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan juga tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sejak 2015 hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp1.539 triliun kepada 45,4 juta penerima. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp103,81 triliun kepada 2.009.310 penerima.
Acara Akad Massal Debitur KPR Sejahtera FLPP, KPP, serta penyaluran KUR tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, Panglima aparat TNI Jenderal aparat TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, jajaran keaparatur negara kementerianan/lembaga, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria, pihak pemerintah daerah, BP Tapera, bank penyalur FLPP, dan para pengembang perumahan. ***
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

