KUR Perumahan Putar Ekonomi Rp6,9 T, Maruarar: Toko Bangunan hingga Kontraktor Ikut Terdongkrak

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan mengawali memperlihatkan efek berganda terhadap perekonomian nasional. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait membeberkan, penyaluran KUR Perumahan telah menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp6,9 triliun, yang mengalir ke berbagai sektor pendukung pembangunan rumah.

Menurut Maruarar, KUR Perumahan tidak cuma menjadi sumber pembiayaan untuk sektor properti, namun juga menghidupkan rantai pasok industri konstruksi, mengawali dari toko bangunan, pengembang hingga kontraktor.

“Untuk pengembang sekitar Rp1,103 triliun, kepada kontraktor sekitar Rp299 miliar. Total perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp6,9 triliun,” kata Maruarar dalam acara akad massal rumah subsidi FLPP yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/7/2026).

Maruarar merinci, pembiayaan KUR Perumahan yang telah tersalurkan mencapai sekitar Rp1,36 triliun kepada toko bangunan, Rp1,103 triliun kepada pengembang perumahan, serta Rp299 miliar kepada kontraktor.

Ia menegaskan, program KUR Perumahan dirancang demi memperkuat ekosistem sektor perumahan nasional. Skema tersebut melengkapi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang selama ini berfokus pada pembiayaan kepemilikan rumah subsidi untuk masyarakat sekitar.

Menurutnya, tingginya realisasi penyaluran KUR Perumahan memperlihatkan bahwa program tersebut mendapat respons positif dari tersangka usaha di sektor properti.

Maruarar juga membeberkan adanya perbedaan peran bank penyalur dalam dua program tersebut. Untuk pembiayaan rumah subsidi melalui FLPP, penyaluran terbesar masih dilakukan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Sementara itu, dalam program KUR Perumahan, posisi penyalur terbesar ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

“Untuk rumah subsidi, bank penyalur terbesar tetap BTN. Sedangkan demi KUR Perumahan, penyalur terbesar merupakan BRI,” ujarnya.

Ia menilai, pembiayaan melalui KUR Perumahan tidak cuma menolong pengembang memperoleh akses modal kerja, namun juga menyerahkan efek berganda untuk tersangka usaha lain yang terlibat dalam pembangunan rumah. Dengan meningkatnya aktivitas pembangunan, permintaan terhadap bahan bangunan, jasa konstruksi, hingga tenaga kerja juga ikut terdorong berakibat menyerahkan kontribusi terhadap perputaran ekonomi nasional.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *