MediaMerdeka.com – PT Pertamina (Persero) resmi memangkas harga sejumlah produk BBM non-subsidi jenis bensin mengawali Sabtu, 1 Agustus 2026. Kebijakan ini mengubah peta persaingan tarif bahan bakar di SPBU tanah air apabila dibandingkan bersama operator swasta bagaikan Shell dan BP.
Langkah penurunan tarif ini fokus menyasar konsumen bahan bakar bensin nonsubsidi bagaikan Pertamax, Pertamax Green 95, hingga Pertamax Turbo. Konsumen bensin nonsubsidi Pertamina kini menikmati penyesuaian harga di tengah kestabilan tarif varian diesel.
Penyesuaian serentak pada awal pada bulan ini makin memperlebar selisih harga bensin Pertamina bersama produk sekelas dari SPBU swasta. Keberanian Pertamina mengoreksi harga bensin menyerahkan angin segar untuk pemilik kendaraan pribadi.
Sesuai pembaruan data Pertamina Patra Niaga, penurunan harga berlaku spesifik demi jajaran Pertamax Series di seluruh kawasan Indonesia. Di wilayah Jawa dan Bali, Pertamax kini dilepas di angka Rp 15.950 per liter.
Produk ramah lingkungan Pertamax Green 95 merosot menjadi Rp 16.600 per liter demi area Jawa dan sekitarnya. Sementara itu, bensin performa tinggi Pertamax Turbo disesuaikan menjadi Rp 18.300 per liter di wilayah yang sama.
Berbeda dari lini bensin, Pertamina memilih mempertahankan tarif BBM segmen diesel nonsubsidi. Varian Dexlite tetap berada di angka Rp 19.700 per liter dan Pertamina Dex ditawarkan Rp 21.150 per liter demi Jawa-Bali.
Begitu pula bersama jenis BBM subsidi yang tidak merasakan perubahan sama sekali. Pemerintah bersama Pertamina menetapkan Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter di seluruh wilayah Indonesia.
Peta Persaingan SPBU Swasta
Di sisi lain, operator swasta Shell Indonesia mengonsentrasikan penjualannya pada satu jenis bahan bakar diesel. Berdasarkan saluran resminya, Shell V-Power Diesel kini dipasarkan bersama harga Rp 21.910 per liter.
Sementara itu, jaringan SPBU BP menyaapabilan pilihan produk yang makin lengkap demi persaingan di bulan Agustus ini. Lini bensin BP 92 dipatok sebesar Rp 16.130 per liter, sementara itu varian BP Ultimate dipasarkan pada angka Rp 16.760 per liter.
Untuk segmen peminum solar premium, BP Ultimate Diesel dipasarkan setara bersama tarif kompetitor swastanya. Bahan bakar diesel unggulan milik BP tersebut berada di angka Rp 21.910 per liter.
Perubahan harga BBM non-subsidi pada awal bulan merupakan langkah rutin operator migas sesuai pergerakan harga minyak mentah dunia. Pertamina dan operator swasta rutin memperbarui daftar tarif retailnya setiap tanggal 1.
Penyesuaian ini dilakukan demi menjaga keseimbangan ekonomi serta keberlanjutan pasokan energi nasional. Masyarakat diimbau senantiasa memantau pembaruan harga resmi semasih belum menjalankan pengisian di SPBU pilihan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

