Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Tim penyelamat Yordania sukses mengevakuasi seorang bocah pria atau bayi berusia 3 tahun dalam kondisi hidup dari balik puing-puing bangunan. Balita bernama Klieber Morán tersebut bertahan selama enam hari setelah gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah Negara Bagian La Guaira.

Keajaiban ini melampaui batas kritis waktu evakuasi golden time yang biasanya cuma berkisar tiga hari. Kesuksesan ini memicu haru luar biasa di tengah keputusasaan masyarakat sekitar yang menyikapi kelangkaan pangan dan tempat berlindung.

Saat ini, bocah tersebut telah memperoleh penanganan medis darurat dan dipindahkan ke rumah sakit di ibu kota Caracas. Kondisi tanda-tanda vitalnya dilaporkan berada dalam status yang baik serta stabil.

Rekaman video memperlihatkan para petugas bersorak gembira saat menarik tubuh Klieber dari reruntuhan semen dan besi. Delcy Rodríguez selaku Wakil Presiden Interim Venezuela menggambarkan momen penyelamatan anak tersebut sebagai sebuah titik balik yang krusial.

“Momen harapan,” tutur Delcy Rodríguez saat mengomentari kesuksesan proses evakuasi yang dramatis tersebut, dikisahkan BBC, Rabu (1/7/2026).

Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan puluhan ribu pihak korban selamat kini amat membutuhkan pasokan makanan. Wilayah La Guaira menjadi lokasi yang merasakan kerusakan teramat parah bersama pemutusan total jaringan komunikasi.

Ketegangan sosial mengawali meningkat di kalangan masyarakat sekitar setempat akibat lambatnya distribusi bantuan ke wilayah terisolasi. Kekacauan sempat pecah di sejumlah titik akibat perebutan logistik darurat yang jumlahnya amat terbatas.

Daniela Armas, seorang pedagang berusia 18 tahun di La Guaira yang terluka akibat kecelakaan motor saat gempa menyerahkan kesaksiannya. Ia menyaksikan langsung bagaimana situasi di lapangan menjadi tidak terkendali.

“Beberapa pasokan memang didistribusikan, namun terkadang orang-orang hampir saling membunuh demi makanan… ini bagaikan aduan ayam,” kata Daniela Armas kepada AFP.

Kondisi psikologis masyarakat sekitar makin tertekan lantaran sejumlah yang wajib menanti proses evakuasi anggota keluarga mereka secara mandiri. Seuntukan besar masyarakat sekitar terpaksa menggali puing-puing bangunan tanpa dukungan alat berat yang memadai.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menegaskan bahwa mereka membutuhkan dana awal sebesar 15 juta dolar AS secara cepat. Dana tersebut akan dialokasikan demi perlindungan, penyediaan logistik utama, dan hunian sementara untuk 30.000 pihak korban.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menginformasikan bahwa fasilitas pelayanan medis setempat pada saat ini merasakan tekanan yang ekstrem. Risiko penularan penyakit menular berbahaya bagaikan campak dan difteri melonjak tajam akibat rendahnya cakupan vaksinasi nasional.

“Sekarang ada peningkatan risiko berjangkitnya penyakit yang dapat dicegah bersama vaksin,” ujar juru bicara WHO, Christian Lindmeier.

Presiden Majelis Venezuela, Jorge Rodríguez menegaskan bahwa operasi pencarian pihak korban selamat tidak akan dihentikan. Tim domestik bersama bersama pakar internasional terus menyisir zona-zona merah pemukiman yang rata bersama tanah.

“Penyelamatan Klieber memperlihatkan masih ada harapan demi terus menemukan orang dalam keadaan hidup,” kata Jorge Rodríguez.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *