Sekolah Ditutup karena Kabut Asap, Pekerja Malaysia Protes: Kami Bernapas Pakai Insang?

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan, di Malaysia memicu keluhan dari masyarakat sekitar.

Salah satu yang menjadi sorotan merupakan kebijakan penutupan sekolah ketika Indeks Pencemaran Udara (IPU) mencapai tingkat tertentu, sementara para pekerja tetap diminta menjalankan aktivitas bagaikan biasa.

Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah pengguna mempertanyakan mengapa perlindungan dari kabut asap seolah cuma diberikan kepada pelajar.

“Kami juga ingin libur, pekerja bukan bernapas memakai insang,” tulis seorang pengguna media sosial, menyindir kebijakan pihak pemerintah Malaysia bagaikan dikutip dari Kosmo.

Perdebatan bermula dari unggahan pengguna Threads @Nooraema yang mempertanyakan kebijakan penutupan sekolah ketika IPU melewati angka 200.

“Jika IPU memakini 200, sekolah akan libur. Tetapi untuk yang bekerja, teruskan bekerja. Kenapa begitu? Sebab kita memakai ‘insang’ demi bernapas,” tulisnya secara sinis.

Keluhan serupa disampaikan netizen Malaysia lain. Menurutnya, risiko kesehatan akibat kualitas udara buruk tidak sewajibnya dibedakan berdasarkan status seseorang.

“Sekolah tutup lantaran udara tidak sehat, sementara yang bekerja tetap menjalankan aktivitas harian seolah paru-paru punya mode ‘tahan banting’. Kesehatan manusia tidak mengenal status pelajar atau pekerja,” katanya.

Persoalan lain muncul untuk orang tua yang tetap wajib bekerja ketika sekolah, taman kanak-kanak, maupun tempat penitipan anak ditutup akibat kabut asap.

Sementara itu, Menteri Komunikasi sekaligus juru bicara pihak pemerintah Malaysia, Fahmi Fadzil, menyebutkan daftar aset yang dapat dikerahkan demi menolong Indonesia telah disampaikan kepada pihak terkait.

Namun, hingga kini masih belum ada ketentuan mengenai bentuk kerja sama yang mebarangkalikan aset Malaysia digunakan demi menolong memadamkan kebakaran di Indonesia.

“Badan Nasional Pengelolaan Bencana (Nadma) dan Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri (Wisma Putra) telah menyampaikan kepada Kabinet bahwa daftar aset yang mampu kita sediakan demi menolong negara tetangga telah disampaikan,” kata Fahmi dalam konferensi pers setelah rapat Kabinet dinukil dari Free Malaysia Today.

“Namun hingga kini, masih belum ada konfirmasi mengenai bentuk kerja sama apa pun demi memakai aset dari Malaysia guna menolong memadamkan kebakaran dan sebagainya,” lanjutnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *