Bikin Siswa Makin Bodoh, Denmark Larang HP di Sekolah

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah Denmark resmi mengajukan larangan total penggunaan telepon seluler untuk seluruh siswa di area sekolah. Kebijakan tegas ini mencakup penghentian akses gadget, baik selama kegiatan belajar mengajar di kelas maupun saat jam istirahat.

Langkah drastis ini diambil sebagai respons langsung atas kemerosotan tajam performa akademis pelajar Denmark di tingkat internasional. Krisis capaian pendidikan tersebut terungkap usai laporan terbaru PISA memperlihatkan penurunan skor yang amat signifikan.

Fenomena ketergantungan layar digital ditengarai menjadi pemicu utama di balik merosotnya kemampuan literasi dan numerasi generasi muda. Pemerintah menilai pembatasan ruang gerak teknologi pintar di lingkungan sekolah menjadi solusi mendesak demi memulihkan fokus belajar.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan komitmennya demi membersihkan lingkungan pendidikan dari gangguan perangkat elektronik.

“Pemerintah ini mengusulkan larangan total terhadap telepon seluler,” tegas Frederiksen dalam sebuah konferensi pers, dikutip dari Spotmedia, Jumat (11/9/2026).

Keputusan besar ini mengemuka tepat setelah Organisasi demi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) merilis hasil evaluasi pendidikan triatlonnya. Dalam riset internasional tersebut, skor kompetensi para pelajar Denmark tercatat merosot hingga menyentuh angka 478 poin.

Capaian angka tersebut menempatkan Denmark berada di bawah rerata kemampuan siswa di kawasan Eropa yang mencapai 482 poin. Anjloknya peringkat ini menjadi alarm keras untuk sistem pendidikan nasional yang semasih belumnya dikenal amat berbasis digital.

Menteri Pendidikan Magnus Heunicke menyampaikan keprihatinan mendalam atas temuan data evaluasi PISA terbaru tersebut. “Hasil dalam membaca, matematika, dan sains merupakan yang terlemah yang sempat diukur,” ungkap Heunicke menanggapi pengumuman studi PISA.

Ia menilai keterhubungan yang terlalu tinggi bersama dunia maya telah mengikis kualitas pembelajaran anak secara fundamental. Senada bersama hal itu, Frederiksen meyakini ada korelasi langsung antara paparan gawai dan penurunan prestasi belajar.

“Saya yakin hasil tersebut berkaitan erat bersama fakta bahwa di Denmark, kita memiliki sejumlah anak yang teramat terhubung secara digital,” kata pemimpin pihak pemerintah tersebut.

Frederiksen juga menyoroti kelalaian generasi tua dalam membatasi akses gawai pada kalangan anak sejak dini.

“Kita, sebagai orang dewasa, telah membiarkan kalangan anak dan kaum muda menghabiskan terlalu sejumlah jam di depan layar,” sesalnya.

Upaya demi mendisiplinkan penggunaan telepon seluler di ranah pendidikan sebenarnya bukan hal yang baru untuk pihak pemerintah Denmark. Wacana regulasi pembatasan gadget telah sempat masuk dalam agenda pembahasan kabinet kepemimpinan Mette Frederiksen terdahulu.

Namun, draf aturan yang lalu tidak sampai diperdebatkan di tingkat parlemen nasional. Rancangan aturan semasih belumnya cuma sebatas mewajibkan dewan sekolah menyusun petunjuk teknis lokal terkait penyitaan ponsel di lembaga masing-masing.

Ketidak berhasilan penerapan aturan mandiri di tingkat sekolah kini mendorong pihak pemerintah mengambil alih kebijakan secara terpusat dan menyeluruh. Pembatasan ponsel ini juga melengkapi rencana undang-undang lain yang membatasi akses media sosial untuk anak di bawah umur 15 tahun.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *