Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin, Kualitas Udara Seluruh Singapura Tak Sehat

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kualitas udara di seluruh wilayah Singapura memburuk pada Selasa (15/9/2026) pagi. Kondisi tersebut terjadi di tengah pergerakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan yang terbawa angin menuju Singapura.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mencatat indeks standar polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) di lima wilayah Singapura telah masuk kategori tidak sehat.

Melansir dari Channel News Asia, data pada pukul 06.00 waktu setempat memperlihatkan wilayah pusat mencatat PSI 154, menjadi yang tertinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Sementara itu, PSI di wilayah utara berada di angka 104, barat 127, timur 126, dan selatan 110.

Dalam klasifikasi kualitas udara Singapura, PSI 0-50 masuk kategori baik, 51-100 moderat, 101-200 tidak sehat, 201-300 amat tidak sehat, sementara itu angka di atas 300 tergolong berbahaya.

Pertama Kali sejak 2019

Kondisi tersebut menjadi perhatian lantaran demi pertama kalinya sejak September 2019, seluruh wilayah Singapura secara bersamaan mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

Kualitas udara di Singapura sebenarnya telah memperlihatkan penurunan sejak awal September.

Pada 4 September lalu, PSI selama 24 jam di wilayah pusat demi pertama kalinya sejak 2023 masuk kategori tidak sehat. Sejak saat itu, NEA mengawali menyerahkan informasi mengenai kondisi kabut asap setiap hari.

Pada Senin (14/9) malam, empat dari lima wilayah Singapura telah masuk kategori tidak sehat. Wilayah utara lalu menyusul pada Selasa pagi.

Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin

NEA semasih belumnya menerangkan memburuknya kualitas udara berkaitan bersama pergerakan asap dari kebakaran di Kalimantan.

Dalam keterangan pada Senin, NEA menyebut asap bersama intensitas sedang hingga pekat dari wilayah yang merasakan kebakaran di Kalimantan bergerak menuju Singapura akibat perubahan arah angin.

Angin yang semasih belumnya bertiup dari arah lain lalu berubah menjadi dari timur hingga tenggara. Kondisi ini menciptakan asap dari karhutla berpotensi terbawa menuju Singapura.

Selain dari Kalimantan, seuntukan kabut asap juga terpantau bergerak dari wilayah selatan Sumatera.

NEA memperkirakan kondisi kering masih akan berlangsung di Singapura dan kawasan sekitarnya dalam sejumlah hari ke depan.

Dengan angin yang diprediksi tetap bertiup dari arah tenggara hingga timur-tenggara, Singapura masih berpotensi terdampak kabut asap.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *