Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah Amerika Serikat menuntut ganti rugi finansial kepada negara-negara yang tidak berkontribusi menjaga keamanan Selat Hormuz. Langkah ini berpotensi mengubah peta beban ekonomi internasional pascakrisis jalur energi global tersebut.

Pasokan minyak bumi dunia kini merasakan kemacetan parah dan memicu lonjakan harga bahan bakar secara global. Negara penikmat aliran energi yang tidak terlibat dalam penanganan konflik dinilai wajib bertanggung jawab atas biaya operasional AS.

Sikap tegas Washington memperlihatkan pergeseran kebijakan luar negeri yang membebankan tagihan pertahanan kepada mitra internasional. Kebijakan geopolitik ini langsung memicu tekanan baru untuk sejumlah negara di tengah krisis energi.

Donald Trump secara terbuka mengutarakan ancaman kompensasi keuangan tersebut melalui saluran resminya.

“Minyak mengalir melalui Selat Hormuz. Negara-negara di dunia, yang sama sekali tidak menolong kami, sewajibnya, dan akan, mengganti rugi kepada Amerika Serikat ketika konflik yang penuh tipu daya ini berakhir,” kata Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social.

Konflik terbuka meluas setelah serangan militer gabungan AS dan Israel menggempur sejumlah titik strategis Iran pada 28 Februari. Serangan mendadak itu langsung memancing aksi balasan berupa gempuran militer sengit dari pihak Iran.

Upaya diplomasinya sempat memunculkan penandatanganan nota kesepahaman penghentian permusuhan antara AS dan Iran pada pertengahan Juni. Namun, kesepakatan damai tersebut runtuh seketika saat kedua belah pihak kembali bertukar serangan udara.

Hingga pada saat ini, pertikaian bersenjata di kawasan perairan strategis itu masih terus berlangsung tanpa kejelasan titik temu. Lumpuhnya jalur pelayaran Selat Hormuz menghambat distribusi minyak, produk olahan minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) ke seluruh dunia.

Selat Hormuz memegang peran kunci sebagai arteri utama yang mengalirkan pasokan energi mentah dunia menuju pasar internasional. Hambatan lalu lintas di perairan ini secara otomatis menyulut krisis ekonomi yang mengerek kenaikan harga BBM di berbagai negara.

Ketegangan di Selat Hormuz bermula dari eskalasi militer langsung yang mengorbankan stabilitas kawasan perairan Timur Tengah. Ketidak berhasilan kesepakatan damai pertengahan pada tahun ini memperpanjang krisis keamanan yang berdampak langsung pada rantai pasok global.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *