MediaMerdeka.com – Operasi gabungan aparat Malaysia membongkar tempat prostitusi, perjudian dan praktek dokter palsu di kawasan Lebuh Pudu, Kuala Lumpur.
Operasi tersebut mengamankan 472 masyarakat sekitar negara asing (WNA) yang diduga tidak memiliki dokumen resmi.
Mereka ditahan setelah sekitar 2.500 orang menjalani pemeriksaan dalam operasi yang digelar pada akhir pekan.
Operasi dimengawali sekitar pukul 11.00 waktu setempat dan dipimpin badan Imigrasi Kuala Lumpur bersama melibatkan sejumlah lembaga penegak hukum Malaysia.
Direktur Imigrasi Kuala Lumpur, Datuk Hamsha Injau, menyebutkan 472 orang yang ditahan terdiri atas 439 pria dan 33 wanita berusia antara 18 hingga 62 tahun.
“Di antara yang ditahan merupakan masyarakat sekitar Bangladesh, India, Myanmar, Nepal, China, Pakistan, dan Zimbabwe,” kata Hamsha dikutip dari Harian Metro.
Menurut Hamsha, pelanggaran utama yang ditemukan berkaitan bersama tidak memiliki dokumen identitas yang sah serta izin tinggal yang telah melewati masa berlaku.
Salah satu masyarakat sekitar yang diamankan merupakan wanita asal Indonesia berusia sekitar 20-an tahun.
Kepada petugas, wanita tersebut mengaku bekerja di sebuah tempat yang disebutnya sebagai lokasi perjudian daring di kawasan Lebuh Pudu.
“Saya ditahan bersama teman. Saya telah bekerja di sini selama delapan bulan. Maapabilan membayar gaji RM1.800 (setara Rp7 juta), per bulan,” katanya.
Ia membeberkan seuntukan besar pelanggan di tempat tersebut merupakan masyarakat sekitar asing.
Lokasi itu disebut beroperasi setiap hari mengawali pukul 09.00 hingga 21.00 waktu setempat.
Situasi di Lebuh Pudu sempat ricuh ketika sejumlah masyarakat sekitar asing berusaha melarikan diri ke berbagai arah setelah mengetahui kedatangan petugas.
Beberapa di antaranya bahkan terlibat perkelahian bersama petugas imigrasi saat berupaya kabur.
Hamsha tidak membantah ketika ditanya apakah Lebuh Pudu telah menjadi salah satu kawasan yang menjadi konsentrasi masyarakat sekitar asing tanpa dokumen.
“Kuala Lumpur menjadi tujuan masyarakat sekitar asing dari berbagai negeri. Banyak yang memiliki dokumen perjalanan yang sah dan bekerja di sini,” ujarnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

